Sariguna Primatirta Akuisisi Aset Tanah Bangunan Rp 60,34 Miliar

Sariguna Primatirta Akuisisi Aset Tanah Bangunan Rp 60,34 Miliar

Langkah strategis diambil oleh emiten produsen air minum milik konglomerat Hermanto Tanoko, PT Sariguna Primatirta Tbk (CLEO). Perusahaan ini resmi mengumumkan transaksi afiliasi berupa pembelian aset tanah dan bangunan dengan nilai mencapai Rp 60,34 miliar.

Aset tersebut dibeli dari perusahaan yang juga terafiliasi, yaitu PT Jaya Sukses Makmur Sentosa Tbk (RISE). Seperti dilansir dari Investasi, properti yang diakuisisi ini sebenarnya bukan tempat baru bagi operasional perseroan.

Corporate Secretary CLEO, Lukas Setio Wongso menjelaskan, transaksi tersebut dilakukan karena aset yang dibeli selama ini telah digunakan perusahaan melalui skema sewa.

Aset tersebut juga menjadi salah satu fasilitas penunjang operasional perusahaan, baik sebagai unit produksi maupun gudang penyimpanan barang jadi.

Pembelian ini memberikan keuntungan tersendiri bagi pengelolaan fasilitas perseroan di masa depan. Menurut Lukas, langkah akuisisi aset ini akan memberikan fleksibilitas lebih besar bagi CLEO dalam melakukan pengembangan maupun penyesuaian fasilitas sesuai kebutuhan operasional ke depan.

Selain memperlancar arus produksi, korporasi juga melihat kepemilikan aset ini sebagai instrumen investasi yang menjanjikan. Pihak manajemen menilai properti komersial memiliki daya tumbuh nilai yang positif secara berkala.

“Transaksi afiliasi ini juga merupakan strategi investasi karena nilai kepemilikan aset tanah dan bangunan berpotensi terus meningkat dalam jangka panjang,” kata Lukas dalam keterangannya, Selasa (26/5/2026).

Detail Spesifikasi Objek dan Nilai Transaksi

Properti yang menjadi objek transaksi ini terletak di koridor industri Jawa Barat, tepatnya di Kelurahan Telaga Asih, Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi. Fasilitas ini mencakup lahan dan beberapa area bangunan terintegrasi.

Berdasarkan data resmi, rincian objek transaksi ini meliputi tanah seluas 5.969 meter persegi dan bangunan utama sekitar 3.476 meter persegi. Selain itu, terdapat pula bangunan pendukung seluas 137,5 meter persegi serta area sarana seluas 2.271 meter persegi.

Dari sisi rasio keuangan, nilai investasi ini tergolong aman bagi struktur permodalan perseroan. Adapun nilai transaksi ini hanya mencapai 2,35% dari total ekuitas pada laporan keuangan konsolidasian. Dus, transaksi ini tidak dikategorikan sebagai transaksi material.

Artikel terkait

Rekomendasi