PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk Bagikan Dividen Saham Rp800 Miliar

PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk Bagikan Dividen Saham Rp800 Miliar

PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS) menetapkan hari Senin, 11 Mei 2026, sebagai batas akhir atau cum dividen di pasar reguler dan negosiasi bagi investor yang ingin mendapatkan dividen tunai dari laba bersih tahun buku 2025.

Dilansir dari Stocksetup, perusahaan perkebunan kelapa sawit tersebut mengalokasikan total dividen sebesar Rp800 miliar, yang mencerminkan rasio pembayaran sebesar 68,92 persen dari total laba bersih. Investor yang tercatat hingga recording date pada 13 Mei 2026 berhak menerima pembayaran dividen yang dijadwalkan pada 4 Juni 2026.

Berdasarkan harga penutupan saham SSMS pada Jumat, 8 Mei 2026, yang berada di level Rp1.390 per saham setelah melemah 1,77 persen, tingkat imbal hasil atau yield dividen emiten ini tercatat mencapai 6,04 persen. Nilai yield tersebut berada di atas rata-rata bunga deposito rupiah bank umum yang berkisar di angka 2 persen per tahun.

Alokasi dividen ini sebelumnya telah mengantongi persetujuan dari para pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang diselenggarakan pada 30 April 2026.

"Every shareholder of SSMS will receive a dividend of Rp 83.99 per share," jelas Jap dalam paparan publik, Kamis (30/4/2026).

Keputusan pembagian keuntungan ini membagi porsi laba bersih perseroan menjadi dana dividen dan cadangan wajib untuk memperkuat struktur modal perusahaan ke depan.

"Sisa laba bersih SSMS sebesar Rp 360,69 miliar atau 31,08% akan dimasukkan sebagai cadangan lainnya yang akan menambah saldo laba ditahan," ujar Jap.

Manajemen perseroan juga memberikan pandangan optimistis mengenai keberlanjutan bisnis komoditas sawit sepanjang tahun berjalan ini. Pertumbuhan populasi dunia dan diversifikasi sektor industri menjadi faktor utama yang diyakini menjaga stabilitas bisnis mereka.

"Permintaan global terhadap minyak nabati diperkirakan terus meningkat seiring pertumbuhan populasi, perkembangan industri pangan, serta meningkatnya kebutuhan energi alternatif yang lebih berkelanjutan," kata dia.

Artikel terkait

Rekomendasi