Proses rekrutmen untuk posisi Manajer Koperasi Merah Putih 2026 kini telah mencapai fase baru. Peserta yang sebelumnya telah dinyatakan melewati tahapan seleksi administrasi diwajibkan mengikuti Seleksi Kompetensi.
Dilansir dari Suara, jadwal resmi yang tertera pada laman Program Hasil Terbaik Cepat Panitia Seleksi Nasional menunjukkan bahwa ujian kompetensi ini berlangsung mulai 3 hingga 12 Mei 2026.
Pelaksanaan ujian tersebut memanfaatkan sistem Computer Assisted Test Badan Kepegawaian Negara (CAT BKN). Melalui metode ini, para calon manajer harus menyelesaikan berbagai kategori soal yang telah disiapkan oleh panitia penyelenggara.
Materi ujian ini merujuk pada Pedoman Pelaksanaan Seleksi Pengadaan Sumber Daya Manusia Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah Putih Tahun 2026. Dokumen resmi tersebut telah dipublikasikan melalui kanal Panselnas.
Seleksi ini dirancang khusus untuk menguji kedalaman wawasan serta keterampilan teknis para peserta. Terdapat dua komponen utama dalam ujian ini, yakni Tes Potensi Kognitif dan Tes Manajemen Koperasi.
Detail Tes Potensi Kognitif
Komponen pertama adalah Tes Potensi Kognitif yang dialokasikan dengan durasi pengerjaan sekitar 50 menit. Tes ini mencakup enam subtes yang berbeda untuk memetakan kemampuan dasar peserta.
Panitia menetapkan nilai ambang batas atau passing grade sebesar 110 poin untuk bagian kognitif ini. Berdasarkan pedoman resmi, materi yang diujikan meliputi aspek bahasa, hitungan, dan pengetahuan umum.
Selain itu, peserta juga akan menghadapi soal mengenai pola gambar, abstraksi ruang, hingga tes untuk menentukan bentuk tertentu. Penguasaan pada aspek-aspek ini sangat menentukan kelanjutan peserta ke tahap berikutnya.
Tes Manajemen Koperasi
Bagian kedua adalah Tes Manajemen Koperasi yang terdiri dari 20 butir soal. Setiap jawaban yang benar akan mendapatkan bobot 5 poin, sementara jawaban yang salah atau tidak diisi akan diberi nilai nol.
Meskipun pedoman resmi Panselnas tidak merinci detail materi, sejumlah sumber bimbingan belajar memprediksi soal akan fokus pada prinsip koperasi. Tanggung jawab hukum serta sistem permodalan koperasi juga diperkirakan menjadi bagian dari ujian.
Penentuan Kelulusan dan Peringkat
Kriteria kelulusan tidak hanya berpatokan pada pemenuhan nilai ambang batas kognitif. Peserta harus masuk dalam peringkat terbaik, yaitu maksimal tiga kali jumlah formasi yang tersedia di setiap wilayah tugas.
Pencapaian skor tertinggi menjadi syarat mutlak agar peserta dapat melaju ke tahap Seleksi Kompetensi Tambahan (SKT). Persaingan peringkat ini menuntut setiap calon manajer untuk meraih nilai semaksimal mungkin.
Jika ditemukan peserta dengan nilai kognitif yang identik, penentuan posisi dilakukan berdasarkan skor Tes Manajemen Koperasi. Apabila masih sama, indikator penilaian beralih pada IPK tertinggi hingga faktor usia peserta yang lebih tua.