Semen Indonesia Bagikan Dividen Rp190,84 Miliar Tahun Buku 2025

Semen Indonesia Bagikan Dividen Rp190,84 Miliar Tahun Buku 2025

PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. (SMGR) memutuskan untuk membagikan dividen tunai sebesar Rp190,84 miliar kepada para pemegang saham untuk tahun buku 2025. Penetapan ini dilakukan melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang diselenggarakan pada Jumat, 8 Mei 2026, di Jakarta.

Nilai dividen yang akan diterima oleh pemegang saham adalah sebesar Rp28,33 per lembar saham. Dilansir dari Bisnis, seluruh laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk dialokasikan untuk distribusi keuntungan tunai tersebut.

Sekretaris Perusahaan SMGR, Vita Mahreyni, mengonfirmasi keputusan rapat tersebut melalui laporan keterbukaan informasi. Dana tersebut akan disalurkan secara proporsional kepada investor yang terdaftar pada tanggal pencatatan atau recording date.

“Menyetujui dan menetapkan penggunaan laba bersih konsolidasian Perseroan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk untuk Tahun Buku 2025 sebesar Rp190.848.000.000, seluruhnya ditetapkan sebagai dividen tunai atau sebesar Rp28,33 per saham,” ujar Vita Mahreyni, Sekretaris Perusahaan SMGR.

Manajemen perseroan juga telah menetapkan jadwal pembayaran yang dimulai dengan periode cum dividen di pasar reguler dan negosiasi pada 20 Mei 2026. Seluruh proses pembayaran dividen tunai dijadwalkan rampung pada 11 Juni 2026.

Jadwal Pembagian Dividen SMGR 2026
KeteranganTanggal
Cum dividen pasar reguler dan negosiasi20 Mei 2026
Ex dividen pasar reguler dan negosiasi21 Mei 2026
Cum dividen pasar tunai22 Mei 2026
Ex dividen pasar tunai25 Mei 2026
Recording date22 Mei 2026
Pembayaran dividen tunai11 Juni 2026

Terkait performa operasional, emiten berkode saham SMGR ini mencatatkan volume penjualan semen sebanyak 37,8 juta ton di sepanjang tahun 2025. Angka ini menunjukkan adanya sedikit penurunan sebesar 0,6 persen jika dibandingkan dengan pencapaian tahun sebelumnya yang menembus 38,3 juta ton.

Direktur Utama SMGR, Indrieffouny Indra, memaparkan bahwa meski terjadi penurunan tahunan, terdapat tren pemulihan volume penjualan yang signifikan pada paruh kedua tahun 2025 dibandingkan semester pertama tahun yang sama.

"Tetapi sebenarnya perbaikan sudah dilakukan. Semester I/2025 dari 37,8 juta ton kami hanya menjual 17,2 juta ton, tapi untuk semester II/2025 kami bisa tumbuh ke 20,6 juta ton," kata Indrieffouny Indra, Direktur Utama SMGR.

Indra juga memberikan sorotan terhadap tantangan kelebihan pasokan atau oversupply yang masih membayangi pasar semen nasional. Kondisi ini berdampak langsung pada tingkat utilisasi pabrik perusahaan yang belum kembali ke level normal sebelum masa pandemi.

"Penyebabnya adalah karena sejak 2019 tingkat permintaan semen tidak mengalami kenaikan, hanya berkisar di level 63-64 juta ton setahun. Sementara, kapasitas produksi itu mengalami kenaikan dari 111 juta ton sekarang sudah menjadi 122 juta ton," jelas Indrieffouny Indra, Direktur Utama SMGR.

Saat ini, tingkat utilisasi pabrik berada di angka 52 persen, menurun dari posisi 63 persen pada tahun 2019. Sebagai langkah strategis menghadapi stagnansi permintaan domestik, perusahaan fokus memperluas pasar ekspor, termasuk menjalin komunikasi dengan pembeli dari Bangladesh untuk komoditas klinker semen.

Artikel terkait

Rekomendasi