Platform e-commerce Shopee merilis program Voucher Akselerasi Usaha Lokal untuk memacu transaksi produk dalam negeri pada Selasa (12/5/2026). Inisiatif ini memberikan voucer senilai Rp 500.000 setiap bulan bagi toko yang berkomitmen menjual 100 persen produk lokal.
Langkah ini diambil menyusul penurunan daya beli masyarakat yang terjadi belakangan ini. Dilansir dari Money, Shopee sebelumnya telah mengalokasikan dana sebesar Rp 100 miliar sepanjang Januari hingga Mei 2026 guna mendukung pertumbuhan penjual lokal melalui pemberian voucer toko.
Dukungan berkelanjutan dinilai menjadi faktor krusial bagi pelaku usaha domestik dalam menghadapi kompetisi ekonomi digital yang pesat. Deputy Director of Public Affairs Shopee Radynal Nataprawira menyebut insentif ini memberikan stimulus konkret bagi konsumen.
"Kami melihat dukungan promosi dalam bentuk voucer memberikan dampak nyata dalam membantu meningkatkan minat beli konsumen dan memperbesar peluang transaksi," ujar Radynal kepada Kompas.com, Selasa (12/5/2026).
Program baru ini ditargetkan bagi penjual yang fokus pada komoditas dalam negeri agar dapat tumbuh secara berkelanjutan di ekosistem platform. Distribusi voucer dijadwalkan berlangsung secara otomatis kepada mitra yang memenuhi kriteria mulai Minggu (17/5/2026).
"Radynal menjelaskan, Voucher Akselerasi Usaha Lokal hadir sebagai bentuk dukungan tambahan bagi penjual dengan 100 persen produk lokal agar dapat berkembang lebih berkelanjutan. Penjual yang memenuhi syarat akan secara otomatis menerima voucer mulai Minggu (17/5/2026) dan seterusnya diberikan rutin setiap tanggal 17 pada bulan berikutnya."
Pemanfaatan voucer kampanye tercatat memberikan kontribusi signifikan terhadap performa bisnis mitra. Berdasarkan data internal, terdapat kenaikan penjualan hingga 40 persen bagi penjual lokal yang memanfaatkan fitur voucer toko dan promosi khusus produk lokal.
Efektivitas pemberian insentif ini juga didukung oleh riset industri yang menunjukkan tingkat penukaran voucer digital berada pada kisaran 1 hingga 15 persen. Lembaga riset independen Baymard menambahkan bahwa voucer berperan mengurangi angka keranjang belanja yang ditinggalkan pembeli.
Pelaku usaha di sektor perlengkapan rumah tangga turut merasakan dampak dari skema promosi tersebut dalam menggaet trafik pelanggan. Pemilik toko online Trendy Spring Bed, Vincentius Leonardo, menyatakan bahwa voucer dan subsidi ongkos kirim menjadi daya tarik utama bagi pembeli produk besar.
"Kami memang sudah memperhitungkan biaya platform ke dalam struktur harga sejak awal, seperti halnya biaya distribusi di kanal mana pun. Bedanya di marketplace, platform juga menghadirkan voucer dan promosi yang langsung menarik traffic pembeli," kata Vincentius.
Penyesuaian struktur biaya platform dianggap sebagai bagian dari strategi pemasaran untuk menjangkau basis pelanggan yang lebih luas. Melalui mekanisme ini, pengusaha tetap dapat menjaga margin keuntungan sembari menawarkan harga yang kompetitif bagi konsumen.
"Vincentius menambahkan, konsumen mendapat harga yang kompetitif dan pihaknya tetap bisa menjaga margin keuntungan. Baginya, biaya tersebut bukan beban melainkan biaya marketing biasa."