PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk. (SIDO) menjadwalkan pembayaran sisa dividen tunai tahun buku 2025 sebesar Rp441,52 miliar atau Rp15 per saham pada Kamis, 7 Mei 2026. Alokasi ini diperuntukkan bagi pemegang saham yang tercatat dalam Daftar Pemegang Saham per 21 April 2026.
Dilansir dari Market, total dividen yang disepakati dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 9 April 2026 mencapai Rp1,08 triliun. Jumlah tersebut mencerminkan rasio pembayaran dividen sebesar 88,6 persen dari total laba bersih perseroan sepanjang tahun 2025.
Sebelum pembayaran sisa dividen ini, SIDO telah menyalurkan dividen interim sebesar Rp22 per saham atau senilai Rp647,57 miliar pada November 2025. Emiten produk herbal ini mencatatkan pertumbuhan penjualan sebesar 4,10 persen menjadi Rp4,07 triliun pada periode tersebut.
Kenaikan penjualan turut mendorong laba bersih perusahaan naik 4,97 persen menjadi Rp1,23 triliun dibandingkan tahun sebelumnya. Peningkatan ini juga berdampak pada naiknya laba per saham dasar dari Rp39,03 pada 2024 menjadi Rp41,36 pada 2025.
Manajemen perusahaan menyatakan bahwa hasil kinerja tersebut merupakan bentuk pertumbuhan yang resilien di tengah kondisi ekonomi yang sedang dalam fase normalisasi. Capaian ini didukung oleh permintaan domestik yang stabil serta lonjakan pertumbuhan ekspor hingga 31 persen.
“Laba usaha meningkat 5% menjadi Rp1,54 triliun, sementara laba bersih naik 5% menjadi Rp1,23 triliun, dengan margin usaha 38% dan margin bersih 30%,” papar manajemen SIDO.
Data keuangan menunjukkan margin bruto perusahaan bertahan di level 58 persen. Berdasarkan pengumuman di Bursa Efek Indonesia, jadwal ex dividen di pasar reguler dan negosiasi telah terlewati pada 20 April 2026 lalu.