PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO) berhasil mengantongi laba bersih senilai Rp 1,1 triliun pada tahun buku 2025 melalui fokus penguatan layanan kesehatan premium. Pencapaian ini diumumkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) di Tangerang pada Selasa (12/5/2026).
Pertumbuhan positif emiten rumah sakit milik Grup Lippo tersebut dilansir dari Money didorong oleh penerapan strategi archetype di seluruh jaringan. Sepanjang tahun 2025, SILO mencatatkan total pendapatan Rp 12,8 triliun atau meningkat 5,2 persen secara tahunan.
Selain pendapatan, EBITDA Perseroan juga mengalami kenaikan sebesar 18,3 persen (YoY) menjadi Rp 2,8 triliun. Manajemen menyebut keberhasilan ini diraih meskipun perusahaan sedang melewati masa transisi dan menghadapi berbagai tekanan faktor eksternal.
Presiden Direktur Siloam, David Utama, menjelaskan bahwa keselarasan kemampuan klinis dan operasional menjadi kunci utama di balik laporan kinerja keuangan yang kuat tersebut.
"Kami dengan bangga melaporkan kinerja operasional dan keuangan yang kuat selama periode ini, didorong oleh implementasi strategi archetype, yang memungkinkan penyelarasan yang lebih kuat antara kemampuan klinis, alokasi modal, dan sumber daya operasional di seluruh network kami," ujar David Utama, Presiden Direktur Siloam.
Transformasi bertajuk Next Gen Siloam (NGS) kini tengah dijalankan guna memperkokoh kapabilitas layanan medis. Perusahaan membagi fokus pengembangan jaringan menjadi dua kategori utama, yakni Network Premium dan Network Value Seeker.
"Ini menandai awal dari transformasi yang lebih luas, sejalan dengan visi kami untuk menghadirkan layanan kesehatan berkualitas tinggi dan mudah dijangkau bagi seluruh masyarakat Indonesia," lanjut David Utama, Presiden Direktur Siloam.
Fokus Network Premium melibatkan investasi teknologi medis dan kolaborasi global, termasuk pengoperasian Siloam Hospitals Surabaya Mochtar Riady Center for Advanced Care (MRCAC). Perseroan juga memperkenalkan sistem CT-LINAC terintegrasi pertama di Asia Tenggara saat perluasan unit di Makassar.
Langkah strategis tersebut diharapkan mampu meminimalisir tren masyarakat yang berobat ke luar negeri. Terkait hasil keuangan, pemegang saham menyepakati seluruh laba bersih 2025 ditetapkan sebagai laba ditahan sehingga tidak ada pembagian dividen.
Dalam rapat tersebut, pemegang saham juga merombak susunan pimpinan perusahaan. Yasonna H. Laoly resmi ditetapkan sebagai Presiden Komisaris sekaligus Komisaris Independen, sementara Bambang Soesatyo turut bergabung sebagai Komisaris Independen.
| Jabatan | Nama |
|---|---|
| Presiden Direktur | David Utama |
| Direktur | Atiff Ibrahim Gill |
| Direktur | Benny Haryanto Djie |
| Direktur | Gabriele Isacco Tironi |
| Direktur | Phua Meng Kuan (Daniel Phua) |
| Direktur | Richard Kidarsa |
| Direktur | Surya Tatang |