Siloam Hospitals Lippo Village (SHLV) mencatatkan sejarah sebagai rumah sakit pertama di Indonesia yang memperoleh sertifikasi Clinical Care Program untuk Acute Ischemic Stroke dari Joint Commission International (JCI) pada 11 Maret 2026. Pencapaian ini sekaligus menandai keberhasilan rumah sakit dalam mempertahankan akreditasi JCI selama tujuh tahun berturut-turut.
Sebagaimana dilansir dari Detik Health, pengakuan internasional tersebut diberikan atas keunggulan sistem penanganan stroke yang terintegrasi di rumah sakit tersebut. Langkah ini menjadi krusial mengingat stroke masih menempati posisi sebagai salah satu penyebab utama kematian dan disabilitas permanen di Indonesia akibat keterlambatan penanganan medis.
Hospital Director Siloam Hospitals Lippo Village, dr. Erick Prawira Suhardhi, MARS, menjelaskan bahwa sertifikasi Clinical Care Program Certification (CCPC) merupakan standar global bagi institusi yang memiliki prosedur penanganan stroke komprehensif. Proses ini mencakup seluruh tahap mulai dari respon darurat hingga fase rehabilitasi pasien.
"Standar ini tidak hanya menilai fasilitas, tetapi juga konsistensi tim medis dalam menjalankan protokol berbasis bukti (evidence-based) untuk menghasilkan outcome yang optimal," kata dr. Erick Prawira Suhardhi, MARS dalam keterangan tertulis pada Kamis (7/5/2026).
Upaya sertifikasi ini dilakukan guna memberikan jaminan layanan berstandar dunia bagi masyarakat lokal sehingga pasien tidak perlu ke luar negeri untuk mencari pengobatan. SHLV telah memenuhi kriteria ketat terkait kecepatan respon, koordinasi tim multidisiplin, serta pengawasan hasil klinis yang dilakukan secara terus-menerus.
"Dalam penanganan stroke, kecepatan dan ketepatan sangat krusial. Sertifikasi ini menunjukkan bahwa sistem kami mampu memberikan respon yang cepat, terkoordinasi, dan sesuai standar internasional, sehingga dapat meningkatkan peluang pemulihan pasien secara signifikan," ujar dr. Erick Prawira Suhardhi, MARS.
Penanganan stroke iskemik akut memang menuntut tindakan medis segera guna memulihkan aliran darah ke otak agar kerusakan sel saraf tidak meluas. Sebagai pusat unggulan neuroscience, SHLV mengandalkan kolaborasi spesialis saraf, bedah saraf, radiologi, intensif (ICU), hingga tim rehabilitasi medik yang didukung teknologi terkini.
"Kolaborasi tim dan kesiapan teknologi menjadi kunci utama. Kami memastikan setiap pasien mendapatkan penanganan yang optimal sejak fase akut hingga pemulihan," tutup dr. Erick Prawira Suhardhi, MARS.