PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO) memperkuat sistem penanganan stroke terintegrasi untuk menekan tingginya angka kematian dan kecacatan permanen akibat keterlambatan penanganan medis pada Kamis (7/5/2026). Langkah ini diambil sebagai respons atas kondisi kerusakan sel otak yang berlangsung sangat cepat saat aliran darah terganggu.
Kesiapan sistem rumah sakit dalam memberikan respons cepat menjadi faktor penentu utama untuk mencegah kerusakan permanen bagi pasien stroke iskemik akut di Indonesia. Dilansir dari Lifestyle, setiap tahunnya terdapat ratusan ribu kasus stroke yang sebagian besar berakhir dengan disabilitas karena penanganan yang lambat.
Hospital Director Siloam Hospitals Lippo Village, Erick Prawira Suhardhi menjelaskan bahwa pihaknya kini mengandalkan teknologi medis dan protokol klinis berbasis bukti. Fasilitas tersebut mencakup koordinasi lintas disiplin yang melibatkan spesialis saraf, bedah saraf, radiologi, hingga unit perawatan intensif.
"Di tengah kebutuhan tersebut, kami memperkuat layanan stroke terintegrasi melalui sistem penanganan yang mencakup respons kegawatdaruratan, diagnosis cepat, intervensi medis, hingga rehabilitasi pasien," kata Erick dalam siaran pers.
Erick menekankan bahwa kecepatan serta ketepatan tindakan medis merupakan aspek fundamental dalam menyelamatkan pasien pada fase kritis. Penguatan layanan ini ditujukan agar masyarakat Indonesia bisa mendapatkan perawatan berstandar internasional tanpa perlu berobat ke luar negeri.
"Sertifikasi ini menunjukkan bahwa sistem kami mampu memberikan respons yang cepat, terkoordinasi, dan sesuai standar internasional, sehingga dapat meningkatkan peluang pemulihan pasien secara signifikan," ujar Erick.
Siloam sendiri mencatatkan prestasi sebagai rumah sakit pertama di Indonesia yang meraih sertifikasi Clinical Care Program untuk Acute Ischemic Stroke. Pengakuan tersebut diberikan oleh Joint Commission International pada 11 Maret 2026 sebagai bukti keandalan sistem penanganan stroke mereka.