SMKM Perluas Ekosistem Akuakultur Melalui Akuisisi LSO Holdings

SMKM Perluas Ekosistem Akuakultur Melalui Akuisisi LSO Holdings

PT Sumber Mas Konstruksi Tbk (SMKM) memperkuat rantai nilai ekosistemnya melalui rencana akuisisi LSO Organization Holdings Pte. Ltd. (LSO Holdings) senilai 13 juta Singapura Dolar yang dijadwalkan rampung pada Juni 2027.

Proyeksi penyelesaian transaksi ini ditargetkan selesai pada kuartal ketiga tahun 2026, seperti dilansir dari Investasi.

Direktur PanAsia Group Chong Chee Hoong menilai bahwa transformasi tersebut merupakan bentuk sinergi strategis dengan memanfaatkan DNA konstruksi SMKM sebagai pondasi utama pembangunan infrastruktur akuakultur skala besar.

Perusahaan saat ini fokus pada penciptaan ekosistem hilir komprehensif yang meliputi fasilitas pengolahan serta manajemen rantai pasok global.

"Evolusi ini memposisikan SMKM sebagai platform multi-layer yang menghubungkan kapabilitas pengembangan infrastruktur dengan kebutuhan ekosistem akuakultur regional. Kami tidak hanya mengelola aset produktif, kami secara progresif membangun sistem operasional terintegrasi yang didukung oleh transfer teknologi, kapabilitas hilirisasi, dan integrasi ekosistem dari hulu ke hilir," jelas Chong.

Pertumbuhan margin menjadi fokus utama melalui sektor perdagangan dan pengolahan yang didukung kapabilitas pengembangan infrastruktur serta integrasi operasional PanAsia Group.

Dalam kurun waktu lima tahun ke depan setelah perampokan RTO, perusahaan menargetkan pembangunan infrastruktur akuakultur regional terintegrasi yang signifikan dengan operasi regional yang terus berkembang.

"Langkah ini merupakan bagian dari komitmen kami untuk memberikan nilai yang berkelanjutan dan terukur bagi seluruh pemegang saham," jelas Chong.

Manajemen PanAsia Group tercatat telah mengoperasikan teknologi smart akuakultur pada fasilitas budidaya di Sumbawa seluas 37 hektar dengan 40 kolam operasional yang berkinerja berkelanjutan sejak 2018.

Operasi tersebut konsisten menunjukkan tingkat kelangsungan hidup udang melebihi 80% berkat sistem operasional yang disiplin dan implementasi akuakultur cerdas.

Keberhasilan di Sumbawa diperkuat oleh kinerja operasi akuakulturnya di Malaysia Timur untuk mendukung strategi skalabilitas regional PanAsia Group dan memperkuat kehadiran jangka panjang SMKM di ASEAN.

Guna memperkokoh posisi sebagai pemain ekosistem tingkat ASEAN melalui PanAsia Group, SMKM kini mengelola aset strategis di Sabah, Malaysia Timur, dengan cakupan area sekitar 49 hektare yang telah beroperasi sejak tahun 1998.

Artikel terkait

Rekomendasi