PT Solusi Bangun Indonesia Tbk Targetkan Ekspor Semen ke Amerika Serikat

PT Solusi Bangun Indonesia Tbk Targetkan Ekspor Semen ke Amerika Serikat

PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SMCB) membidik peluang ekspor semen ke Amerika Serikat mulai Mei 2026 sebagai strategi utama untuk mendongkrak kinerja keuangan dan mengatasi persoalan kelebihan kapasitas industri domestik pada Jumat (22/5/2026).

Langkah ekspansi mancanegara tersebut dilansir dari Investasi setelah emiten produsen semen ini mencatatkan pertumbuhan pendapatan sebesar 3,6 persen secara year on year menjadi Rp 2,56 triliun pada kuartal I-2026. Kenaikan tersebut ditopang oleh volume penjualan semen dan terak yang mencapai 2,92 juta ton.

Anak usaha PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) ini juga membukukan peningkatan EBITDA sebesar 14,3 persen menjadi Rp 358 miliar, sementara laba bersih tahun berjalan melonjak hingga 110,4 persen menjadi Rp 101 miliar pada periode yang sama.

Direktur Utama Solusi Bangun Indonesia Rizky Kresno Edhie Hambali menjelaskan bahwa perusahaan mematok target pertumbuhan pendapatan yang selaras dengan pergerakan pasar semen nasional yang diproyeksikan tumbuh 1 hingga 2 persen.

"Fokus utama kami bukan agresivitas volume saja, melainkan menjaga profitabilitas di tengah perang harga yang sulit dihindari akibat tantangan kelebihan kapasitas industri," ujar Rizky Kresno Edhie Hambali, Direktur Utama Solusi Bangun Indonesia.

Untuk memuluskan target pengapalan 450.000 ton semen ke Amerika Serikat tahun ini, SMCB telah menyelesaikan proyek dermaga dan fasilitas produksi semen tipe V di Tuban melalui kemitraan bersama SMGR dan Taiheiyo Cement Corporation.

"Kontribusi ekspor diperkirakan sekitar 10% terhadap total pendapatan dalam beberapa tahun mendatang," kata Rizky Kresno Edhie Hambali, Direktur Utama Solusi Bangun Indonesia.

Di sisi lain, manajemen perusahaan juga tengah merumuskan langkah strategis terkait suspensi perdagangan saham SMCB oleh Bursa Efek Indonesia sejak 31 Januari 2025 karena pemenuhan free float yang baru mencapai kisaran 1 persen.

"Keputusan final soal itu (pemulihan saham) kami targetkan ada pada kuartal IV-2026," imbuh Asrudin, Direktur Solusi Bangun Indonesia.

Merespons situasi tersebut, pengamat pasar modal menilai bahwa orientasi ekspor yang diambil oleh manajemen sudah tepat karena didukung oleh infrastruktur dermaga yang memadai di Tuban.

"Strategi penguatan ekspor akan berdampak positif terhadap kinerja top line SMCB," tukas Nafan Aji Gusta, Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas.

Hingga saat ini, belum ada rekomendasi teknis untuk saham SMCB karena status suspensi yang masih berjalan, namun keterlibatan pihak eksternal seperti Danantara dinilai dapat membantu pemulihan aset anak usaha BUMN ini.

Artikel terkait

Rekomendasi