SpaceX Ajukan IPO dengan Target Dana Rp1.200 Triliun di New York

SpaceX Ajukan IPO dengan Target Dana Rp1.200 Triliun di New York

Perusahaan antariksa SpaceX resmi mengajukan prospektus S-1 ke Securities and Exchange Commission Amerika Serikat untuk melakukan penawaran umum perdana atau IPO dengan target pendanaan mencapai USD75 miliar atau sekitar Rp1.200 triliun pada Kamis, 21 Mei 2026.

Aksi korporasi ini diprediksi menjadi salah satu momentum terbesar di Wall Street dengan target valuasi perusahaan yang membidik angka USD1,75 triliun, sebagaimana dilansir dari Medcom yang mengutip laporan Channel News Asia.

Langkah penyerahan dokumen penawaran perdana ke regulator ini sekaligus menjadi momen pertama bagi SpaceX dalam membuka rincian laporan keuangan mereka kepada publik setelah 24 tahun berdiri.

Berdasarkan laporan keuangan terbaru sepanjang tahun 2025, perusahaan milik Elon Musk tersebut berhasil membukukan pendapatan total sebesar USD18,7 miliar, meskipun masih mencatat kerugian operasional senilai USD2,6 miliar.

Kerugian operasional tersebut terjadi karena perusahaan mengalokasikan investasi besar pada pengembangan proyek roket generasi terbaru serta teknologi kecerdasan buatan.

Layanan internet satelit Starlink tercatat menjadi mesin uang utama bagi SpaceX setelah menyumbang pendapatan terbesar senilai USD11,4 miliar pada 2025, yang menunjukkan kenaikan hampir 50 persen dari tahun sebelumnya.

Di sisi lain, unit bisnis kecerdasan buatan SpaceX mengumpulkan pendapatan USD3,2 miliar sepanjang 2025, namun masih mengalami kerugian operasional sebesar USD6,4 miliar akibat tingginya biaya modal.

Pengeluaran modal untuk sektor kecerdasan buatan SpaceX menyentuh USD12,7 miliar selama 2025 dan berlanjut sebesar USD7,7 miliar pada kuartal pertama tahun 2026 demi bersaing dengan raksasa teknologi seperti Google, Meta, dan Amazon.

Artikel terkait

Rekomendasi