Perusahaan antariksa SpaceX memutuskan untuk menggeser jadwal penawaran umum perdana atau IPO lebih awal dari rencana semula pada akhir Juni 2026. Langkah strategis ini diambil menyusul adanya percepatan tinjauan dari otoritas bursa Amerika Serikat untuk pencatatan saham perdana tersebut.
Sebagaimana dilansir dari Internasional, perusahaan menargetkan publikasi prospektus paling lambat pekan depan yang akan diikuti dengan rangkaian roadshow pada 4 Juni. Penentuan harga saham SpaceX dijadwalkan berlangsung sekitar 11 Juni 2026 dengan kode ticker SPCX.
"Prosesnya dipercepat," kata salah satu sumber, merujuk pada percepatan review dari regulator pasar modal Amerika Serikat, Securities and Exchange Commission (SEC).
Percepatan ini dipicu oleh respon positif dari Securities and Exchange Commission terhadap dokumen perusahaan. Kondisi pasar saham global yang mulai pulih dari volatilitas geopolitik turut menjadi momentum bagi SpaceX untuk melantai di bursa Nasdaq.
Aksi korporasi ini diperkirakan akan menjadi magnet utama dalam kalender pasar modal tahun ini. SpaceX diprediksi bakal bersanding dengan perusahaan sektor kecerdasan buatan lainnya seperti Anthropic dan OpenAI yang juga berencana melakukan penawaran saham.
Pemilihan Nasdaq sebagai tempat melantai menjadi kemenangan bagi bursa tersebut dalam persaingan dengan New York Stock Exchange. Nasdaq diketahui menerapkan aturan fast entry yang memfasilitasi perusahaan skala besar untuk masuk ke indeks unggulan secara lebih singkat.
Target penggalangan dana dari IPO ini diperkirakan mencapai US$ 75 miliar dengan nilai valuasi perusahaan mendekati angka US$ 1,75 triliun. Angka tersebut mengalami kenaikan tajam setelah SpaceX melakukan penggabungan usaha dengan entitas kecerdasan buatan xAI pada Februari lalu.
Guna mendukung kelancaran proses penawaran saham terbesar dalam sejarah ini, SpaceX telah menunjuk konsorsium bank investasi global. Institusi seperti Morgan Stanley, Bank of America, Citigroup, JPMorgan, dan Goldman Sachs bertindak sebagai penjamin emisi utama bersama belasan lembaga keuangan lainnya.