SpaceX Bersiap Melantai di Bursa Nasdaq Juni 2026

SpaceX Bersiap Melantai di Bursa Nasdaq Juni 2026

Perusahaan kedirgantaraan SpaceX bersiap melantai di bursa efek Nasdaq pada 12 Juni 2026 mendatang dengan membidik target valuasi sebesar USD 1,75 triliun. Langkah penawaran umum perdana saham (IPO) ini dipercepat oleh manajemen demi mendanai ekspansi global di sektor satelit, kecerdasan buatan, dan antariksa.

Aksi korporasi raksasa dari perusahaan milik Elon Musk ini direncanakan menggunakan kode emiten SPCX, sebagaimana dilansir dari Suara. Nilai valuasi yang diincar tersebut diperkirakan setara dengan Rp31.000 triliun, atau mencapai sepuluh kali lipat dari nilai APBN Indonesia tahun 2025.

Skema penggalangan dana yang diterapkan adalah all-primary offering, yang berarti seluruh saham lepasan berbentuk lembaran baru. Melalui struktur ini, dana segar hasil penjualan saham akan masuk seutuhnya ke kas internal perusahaan untuk menyokong pembiayaan ekspansi secara mandiri.

Penerapan skema tersebut berkonsekuensi pada dilarangnya pemegang saham lama untuk menjual kepemilikan mereka selama proses go public. Para investor internal diwajibkan melewati masa penguncian saham (lockup) secara bertahap hingga rilis laporan keuangan kuartalan perdana pasca-IPO selesai dilakukan.

Target penawaran dasar minimum yang diindikasikan oleh manajemen SpaceX berada pada angka USD 75 miliar setelah melakukan penjajakan pasar dengan investor besar. Terdapat pula klausul opsi penjatahan lebih (greenshoe option) sebesar 15 persen bagi penjamin emisi jika permintaan pasar melampaui estimasi.

Struktur prospektus SpaceX juga memuat aturan khusus yang memberikan kendali mutlak kepada Elon Musk atas dewan direksi secara permanen melalui saham dua kelas (dual-class share). Selain itu, perusahaan ini diproyeksikan langsung menembus jajaran indeks bergengsi Nasdaq 100 secara instan setelah resmi melantai.

Kondisi keuangan SpaceX sepanjang tahun 2025 menunjukkan lonjakan pendapatan tajam menjadi USD 18,67 miliar dari tahun sebelumnya yang sebesar USD 14,02 miliar. Namun, akibat pengeluaran agresif untuk ekspansi, perusahaan mencatatkan kerugian bersih total sebesar USD 4,94 miliar, berbalik dari perolehan laba bersih USD 791 juta pada periode sebelumnya.

Untuk mengawal jalannya emisi efek berskala masif ini, SpaceX telah menunjuk konsorsium perbankan elite global. Lembaga keuangan seperti Goldman Sachs, Morgan Stanley, BofA Securities, Citigroup, dan J.P. Morgan akan bertindak bersama sebagai joint book-running managers.

Artikel terkait

Rekomendasi