Spirit Airlines Resmi Berhenti Beroperasi Setelah Tiga Dekade

Spirit Airlines Resmi Berhenti Beroperasi Setelah Tiga Dekade

Maskapai bertarif rendah asal Amerika Serikat, Spirit Airlines, resmi menghentikan seluruh operasional penerbangannya pada Minggu (3/5/2026) setelah mengudara selama 34 tahun. Penerbangan terakhir maskapai ini dilaporkan menempuh rute dari Detroit menuju Dallas sebagai penutup layanan perusahaan yang dikenal dengan konsep tiket murah tersebut.

Dilansir dari Detik Travel, keputusan penghentian operasi ini diambil setelah manajemen mengajukan kebangkrutan sebanyak dua kali dalam kurun waktu dua tahun terakhir. Meskipun telah dilakukan pemangkasan rute dan negosiasi dengan serikat pekerja, beban finansial akibat lonjakan harga bahan bakar pesawat yang dipicu konflik global tetap tidak terbendung.

"Selama lebih dari 30 tahun, Spirit Airlines telah memainkan peran perintis dalam membuat perjalanan lebih terjangkau dan mempertemukan banyak orang sekaligus mendorong harga yang lebih murah di industri," kata CEO Dave Davis dalam sebuah pernyataan.

Davis mengakui bahwa penutupan operasional ini merupakan langkah berat yang harus diambil oleh perusahaan di tengah krisis kas yang terus memburuk.

"Ini sangat mengecewakan dan bukan hasil yang diinginkan oleh siapa pun dari kita," dia menambahkan.

Dampak dari penutupan ini sangat signifikan, di mana sekitar 17.000 karyawan kehilangan pekerjaan mereka. Pada hari terakhirnya, Spirit masih sempat melayani lebih dari 50.000 penumpang dan mengupayakan kepulangan 1.300 awak kabin ke lokasi masing-masing.

"Selama ini banyak orang menjadikan Spirit bahan lelucon, tetapi kami telah membangun kekuatan bersama yang mampu menghadapi apa pun. Dan, itu bukan lelucon," tulis serikat pramugari dalam sebuah memo internal.

Para pelanggan turut merasakan dampak langsung dari hilangnya pilihan penerbangan ekonomis di pasar. Kendria Talton, salah satu penumpang setia, menyebut dirinya tetap memilih maskapai ini karena faktor harga meski sering mendapatkan kritik.

"Saya merasa Spirit itu terjangkau, sederhana, tidak mewah. Rasanya seperti rumah," ujar Angelina Deruelle, mahasiswa yang perjalanannya terdampak pembatalan pada hari terakhir operasional.

Spirit Airlines memulai sejarahnya sebagai Charter One Airlines pada awal 1980-an sebelum bertransformasi menjadi pelopor model bisnis biaya tambahan untuk layanan seperti bagasi dan kursi. Strategi efisiensi yang diterapkan oleh mantan pemimpinnya, Ben Baldanza, bahkan sempat mengubah standar industri penerbangan dunia secara luas.

Artikel terkait

Rekomendasi