Memiliki hunian pribadi sering kali dianggap sebagai tantangan besar bagi para pekerja dengan penghasilan terbatas. Meski demikian, kepemilikan aset properti bagi pemilik gaji UMR bukan hal yang mustahil asalkan dikelola dengan strategi keuangan yang matang.
Dilansir dari Suara, besaran Upah Minimum Provinsi (UMP) di Indonesia pada tahun 2026 berada pada rentang Rp2,3 juta hingga Rp5,7 juta. Angka ini memang menantang untuk biaya hidup di kota besar, namun tetap bisa dialokasikan untuk cicilan rumah.
Salah satu kendala utama dalam sektor properti adalah lonjakan harga rumah yang mencapai 10 hingga 15 persen setiap tahunnya. Kenaikan ini dipicu oleh inflasi lahan, tingginya permintaan pasar, hingga biaya bahan bangunan yang terus meningkat.
Langkah pertama yang bisa dilakukan adalah menerapkan sistem menabung paksa melalui fitur auto-debet. Pekerja disarankan menyisihkan 20 hingga 30 persen dari pendapatan segera setelah menerima gaji bulanan.
Sebagai contoh, jika seseorang memiliki gaji Rp5 juta, maka alokasi dana sebesar Rp1 juta hingga Rp1,5 juta harus langsung dipisahkan. Dana ini difokuskan secara khusus untuk mengumpulkan uang muka atau down payment (DP) rumah.
Pemanfaatan KPR FLPP dan Investasi Emas
Bagi masyarakat dengan anggaran terbatas, Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan atau KPR FLPP merupakan solusi yang sangat direkomendasikan. Skema rumah subsidi ini menawarkan suku bunga rendah yang bersifat flat atau tetap.
Harga yang lebih terjangkau dibandingkan rumah komersial membuat cicilan bulanan KPR FLPP tidak akan membebani pengeluaran rutin. Hal ini memberikan kepastian finansial bagi debitur selama masa tenor pinjaman berlangsung.
Selain itu, investasi emas dapat menjadi instrumen untuk melawan laju inflasi harga properti. Karena nilai emas cenderung stabil dan meningkat seiring inflasi, daya beli untuk membayar DP rumah di masa depan akan lebih terjaga dibandingkan menabung uang tunai.
Langkah terakhir yang bisa diambil adalah mencari penghasilan tambahan melalui pekerjaan sampingan atau menjadi tenaga lepas. Pendapatan ekstra dari sektor ini dapat dialokasikan sepenuhnya untuk mempercepat proses terkumpulnya dana pembelian rumah.