Mike Rini Sutikno Beri Strategi Kelola Keuangan Hobi Agar Tidak Tekor

Mike Rini Sutikno Beri Strategi Kelola Keuangan Hobi Agar Tidak Tekor

Kegiatan hobi sering menjadi solusi untuk melepas penat di tengah kesibukan rutinitas harian. Namun, aktivitas menyenangkan ini berisiko merusak kondisi finansial jika tidak dikelola dengan strategi keuangan yang tepat.

Berbagai gaya hidup seperti mengoleksi barang, menonton konser, olahraga, hingga traveling kini sangat digemari, terutama oleh generasi muda. Fenomena ini memerlukan pengaturan arus kas yang disiplin agar kebutuhan pokok tidak terabaikan.

Dilansir dari Finansial, perencana keuangan dari Mitra Rencana Edukasi, Mike Rini Sutikno, menjelaskan bahwa pengeluaran untuk kesenangan pribadi sangat bergantung pada kemampuan ekonomi tiap individu. Ia menegaskan pentingnya menempatkan kebutuhan utama sebagai prioritas tertinggi.

Menurut pandangannya, penyaluran hobi sama sekali tidak menjadi masalah apabila seluruh kewajiban finansial telah terpenuhi. Dana untuk hobi baru boleh digunakan setelah alokasi tabungan, investasi, cicilan, asuransi, dan kebutuhan harian aman.

"Hobi bukan prioritas, tetapi tetap bisa dialokasikan apabila kebutuhan utama sudah terpenuhi,"

ujar Mike Rini Sutikno menekankan prinsip skala prioritas dalam perencanaan keuangan keluarga maupun pribadi.

Mengenai sumber pendanaan, Mike menyarankan agar biaya hobi diambil dari pos biaya hidup atau pengeluaran konsumtif bulanan. Selama nominalnya masuk akal, hobi tetap bisa dinikmati tanpa mengancam stabilitas finansial jangka panjang.

Ia memberikan simulasi, jika alokasi biaya hidup mencapai 70 persen dari total pendapatan, maka dana khusus hobi idealnya hanya berkisar antara 5 persen hingga 10 persen dari pos tersebut.

"Meski untuk kesenangan, dana tersebut tetap perlu diatur secara jelas. Jika hobi tidak dimasukkan ke dalam anggaran, pengeluarannya akan sulit dikendalikan dan berpotensi menjadi konsumtif,"

kata Mike memberikan peringatan mengenai pentingnya pencatatan anggaran yang disiplin.

Bahaya Pengeluaran Impulsif dan Utang

Mike menambahkan bahwa setiap aktivitas yang dilakukan secara rutin wajib memiliki pos anggaran tersendiri. Tanpa batasan yang tegas, seseorang cenderung melakukan pengeluaran secara impulsif karena hanya mengikuti keinginan sesaat.

Indikator kesehatan finansial dalam menjalankan hobi adalah adanya perencanaan anggaran yang matang. Penetapan kuota pengeluaran, baik dari segi jumlah uang maupun frekuensi aktivitas, menjadi kunci pengendalian diri.

Terakhir, Mike mengingatkan dengan tegas agar hobi tidak dibiayai menggunakan utang. Pengeluaran harus selalu disesuaikan dengan kapasitas dompet agar tidak menciptakan pola konsumsi yang tidak sehat dan membebani masa depan.

Artikel terkait

Rekomendasi