Ahli Keuangan Bagikan Strategi Kelola Uang di Tengah Ketidakpastian Ekonomi

Ahli Keuangan Bagikan Strategi Kelola Uang di Tengah Ketidakpastian Ekonomi

Menabung saja kini dinilai tidak lagi memadai untuk menghadapi dinamika ekonomi, namun berinvestasi secara penuh juga mendatangkan risiko tinggi di tengah ketidakpastian global.

Kondisi ini membuat pengelolaan keuangan bertransformasi menjadi sebuah seni dalam menentukan porsi yang tepat antara keamanan dana dan potensi pertumbuhan aset.

Dilansir dari Money, strategi utama dalam menghadapi situasi ekonomi yang fluktuatif adalah dengan memperkuat likuiditas atau ketersediaan dana yang mudah diakses.

President International Association of Registered Financial Consultants (IARFC) Indonesia, Aidil Akbar, menekankan pentingnya menjaga cadangan dana darurat.

"Dalam kondisi ekonomi yang lebih enggak bagus, biasanya saya menganjurkan untuk saving dulu ya. Pegang likuiditas sebanyak mungkin," ujar Aidil.

Langkah waspada ini diperlukan untuk mengantisipasi berbagai risiko mendadak, mulai dari potensi pemutusan hubungan kerja (PHK) hingga lonjakan biaya hidup akibat inflasi.

Meskipun keamanan dana sangat penting, mengandalkan tabungan atau deposito saja dianggap akan menghambat pencapaian target finansial jangka panjang.

Aidil menilai instrumen jangka pendek seperti tabungan memiliki imbal hasil yang sangat minim, berkisar antara 0,5 persen hingga 1,5 persen saja.

"Kalau kita punya tujuan keuangan jangka panjang, pakai produk jangka pendek ya otomatis akan tidak tercapai atau tercapainya lama," jelasnya.

Ia menegaskan bahwa masyarakat sebaiknya mulai mengalokasikan dana untuk investasi dan tidak hanya terpaku pada kegiatan menabung konvensional.

"Dengan kata lain, untuk tujuan keuangan jangka panjang, sebaiknya uang kita diinvestasikan. Jangan cuma ditabung," kata Aidil.

Disiplin dalam Menyisihkan Penghasilan

Salah satu kunci sukses dalam membangun kesehatan finansial adalah disiplin menyisihkan minimal 10 hingga 15 persen dari gaji bulanan segera setelah diterima.

"Jadi setiap bulan itu bagusnya adalah begitu dia terima gaji, ini buat karyawan ya, langsung sisihkan misalnya 15 persen masuk ke tabungan dan jangan disentuh," tegas Aidil.

Untuk menjaga kedisiplinan tersebut, penggunaan fitur kantong digital atau pemisahan rekening sangat disarankan agar dana simpanan tidak tercampur dengan biaya hidup harian.

"Karena orang itu kalau nabung atau menyisihkan di rekening yang sama, itu pasti terpakai," tutur Aidil.

Ia juga menyarankan bagi mereka yang sulit menahan keinginan belanja untuk mengubah simpanan ke bentuk aset lain seperti emas atau mata uang asing.

Tren Pergeseran Instrumen Keuangan

Data terbaru menunjukkan adanya pergeseran perilaku masyarakat dalam menempatkan aset keuangan mereka untuk mencari titik keseimbangan.

Direktur Group Riset Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Seto Wardono, mengungkapkan bahwa meskipun tabungan bank masih mendominasi, porsinya mulai menurun.

Pada Februari 2026, porsi simpanan individu di bank tercatat sekitar 68 persen, turun dari angka 73 persen pada tahun 2023 silam.

Sebaliknya, instrumen seperti saham dan Surat Berharga Negara (SBN) mengalami peningkatan porsi dari 27 persen menjadi 32 persen pada periode yang sama.

"Perkembangan ini menunjukkan bahwa instrumen investasi seperti saham dan SBN sudah mulai banyak diminati oleh masyarakat," ungkap Seto.

Fenomena ini mengindikasikan bahwa masyarakat semakin aktif mencari cara agar dana mereka tetap aman sekaligus memiliki peluang untuk berkembang.

Head of Retail Banking Brand and Marketing Bank Jago, Michael Hartawan, menambahkan bahwa layanan digital kini memudahkan nasabah mengatur portofolio investasi secara terintegrasi.

"Dengan Kantong, nasabah bisa ‘memberi makna’ pada setiap rupiah: mana untuk kebutuhan harian, tabungan, hingga tujuan jangka panjang," kata Michael.

Integrasi platform perbankan dengan ekosistem investasi memungkinkan nasabah memantau seluruh aset secara real-time melalui satu tampilan aplikasi saja.

"Mereka bisa memantau nilai aset, komposisi portofolio, dan pergerakannya secara real-time," jelas Michael.

Artikel terkait

Rekomendasi