Spons cuci piring menjadi alat yang sangat membantu untuk membersihkan peralatan makan, mengelap meja, hingga membersihkan tumpahan air di area dapur. Namun, alat pembersih ini berpotensi menjadi tempat berkembang biak kuman jika digunakan terlalu lama tanpa dibersihkan secara tepat.
Sifat spons yang mudah menyerap air menjadikannya area yang lembap dan ideal bagi pertumbuhan kuman. Keberadaan sisa makanan, minyak, serta cairan yang menempel semakin mendukung perkembangan mikroorganisme di dalamnya.
Dikutip dari Medcom, penelitian tahun 2017 dalam Scientific Reports menunjukkan bahwa 362 jenis bakteri dapat hidup di dalam spons dapur. Kepadatan mikroba tersebut bahkan mampu mencapai 45 miliar per sentimeter persegi.
Kondisi ini membuat spons yang terlihat bersih sekalipun sebenarnya berisiko menjadi salah satu benda paling kotor di hunian Anda. Dilansir dari Better Homes and Gardens, seorang ahli dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di industri pembersihan, Rhonda Wilson, menyatakan bahwa spons harus diganti secara berkala demi menghindari kontaminasi di area dapur.
Spons yang dipaksa bekerja terlalu lama akan kehilangan daya bersihnya. Kondisi tersebut justru berisiko menyebarkan kuman ke permukaan benda lainnya.
Perawatan yang tepat dapat membantu memperpanjang masa pakai spons dapur sebelum akhirnya dibuang. Rhonda Wilson menyarankan penerapan sistem rotasi dalam penggunaan spons sehari-hari.
Penggunaan spons untuk mencuci peralatan makan harus dipisahkan dari spons untuk mengelap meja atau membersihkan noda membandel. Langkah ini sangat efektif dalam meminimalkan risiko kontaminasi silang, terutama setelah bersentuhan dengan bahan makanan mentah seperti daging.
Meski demikian, Rhonda Wilson mengingatkan bahwa spons tidak dapat digunakan selamanya. Mempertahankan spons yang sudah lama hanya akan menunda masalah, dan pemilik rumah tetap harus menggantinya dengan yang baru.
Penyimpanan dan Pembersihan yang Tepat
Lokasi penyimpanan memegang peranan besar terhadap tingkat kebersihan spons. Spons harus diperas kuat-kuat setelah dipakai hingga tidak ada sisa air yang menggenang.
Jangan membiarkan spons terendam di dalam bak cuci piring atau terkena cipratan air secara terus-menerus karena kelembapan tinggi mempercepat pertumbuhan kuman. Pemanfaatan wadah khusus dapat menjaga kelancaran sirkulasi udara sehingga spons lebih cepat kering.
Proses pembersihan secara berkala juga krusial untuk menekan populasi kuman pada spons. Penggunaan suhu panas menjadi salah satu metode yang dinilai efektif.
Rhonda Wilson menyarankan untuk memanaskan spons di dalam microwave selama 1 hingga 2 menit. Pilihan lainnya adalah menaruh spons di rak bagian atas mesin pencuci piring dengan mengaktifkan siklus air panas.
Spons dapur juga dapat dibersihkan dengan cara direndam ke dalam larutan pemutih yang telah diencerkan. Prosedurnya dilakukan dengan mencampur 1 sendok makan pemutih ke dalam 1 galon air, kemudian spons direndam selama 5 menit sebelum akhirnya dibilas sampai bersih.