PT Sucofindo (Persero) mengambil langkah strategis untuk memperkuat posisi Indonesia dalam ekosistem perdagangan global. Perusahaan BUMN jasa survei dan sertifikasi ini terlibat aktif dalam ajang internasional TIC Summit 2026 yang berlangsung di Brussels, Belgia.
Keterlibatan ini menjadi bagian penting bagi perusahaan yang tergabung dalam holding BUMN Jasa Survei IDSurvey tersebut untuk mempercepat transformasi menuju perusahaan global di sektor Testing, Inspection, and Certification (TIC). Keterlibatan ini sekaligus mengantisipasi regulasi ketat seperti European Union Deforestation Regulation (EUDR) terkait produk bebas deforestasi, seperti dikutip dari Money.
Partisipasi dalam forum internasional tersebut membuktikan peran Indonesia yang semakin diperhitungkan dalam industri TIC dunia. Hal ini sejalan dengan meningkatnya tuntutan transparansi rantai pasok, aspek keberlanjutan, serta kepatuhan terhadap aturan perdagangan internasional.
“Kami terus memperkuat layanan sertifikasi dan assurance yang mendukung ekosistem halal global, meningkatkan sistem verifikasi dan traceability untuk implementasi EUDR, serta menghadirkan layanan TIC yang mampu membantu dunia usaha memenuhi tuntutan keberlanjutan dan kepatuhan global secara lebih terukur dan terpercaya,” kata Direktur Utama PT Sucofindo (Persero) Sandry Pasambuna dalam keterangan resmi, Jumat (22/5/2026).
Gelaran TIC Summit 2026 mempertemukan para pelaku industri pengujian, inspeksi, dan sertifikasi dari berbagai negara. Melalui TIC Council sebagai asosiasi global, forum ini menjadi wadah utama dalam menyelaraskan standar keamanan, keberlanjutan, dan penguatan kepercayaan rantai perdagangan dunia.
Pembahasan pada tahun ini menitikberatkan pada peran nyata industri TIC dalam menyokong agenda keberlanjutan global. Isu-isu krusial seperti transparansi rantai pasok, proses transisi energi, hingga penerapan regulasi internasional terbaru menjadi fokus utama para delegasi.
Ekspansi Kolaborasi Internasional
Merespons dinamika standar perdagangan dunia, Sucofindo menilai kemitraan global sebagai kunci utama untuk mendongkrak daya saing nasional. Langkah ini diwujudkan dengan mendukung peran global board member TIC Council dalam menciptakan harmonisasi standar internasional.
“Sucofindo juga turut mendukung kepengurusan baru TIC Council, termasuk penguatan peran global board member dalam mendorong kolaborasi internasional, harmonisasi standar, serta pengembangan industri TIC yang semakin adaptif dan berkelanjutan terhadap tantangan global di masa depan,” ujar Sandry.
Kehadiran di forum tersebut dipandang strategis untuk memperlebar jejaring global sekaligus mengukuhkan posisi Indonesia dalam industri berkelanjutan dunia. Transformasi ini mengarahkan Sucofindo bukan sekadar sebagai lembaga penilaian kesesuaian, melainkan mitra penjamin strategis bagi pembangunan global.
“Melalui penguatan kolaborasi internasional dan harmonisasi standar global, Sucofindo terus mendorong peningkatan daya saing nasional sekaligus mempertegas posisi Indonesia dalam ekosistem industri dan perdagangan dunia,” kata Sandry.
Rekam Jejak Jaringan Layanan Nasional
Sucofindo memegang sejarah panjang sebagai perusahaan inspeksi pertama di Indonesia yang didirikan pada 22 Oktober 1956. Saat ini, Sucofindo beroperasi di bawah naungan holding PT IDSurvey (Persero) bersama PT Biro Klasifikasi Indonesia (Persero) dan PT Surveyor Indonesia (Persero).
Kiprah bisnis Sucofindo berawal dari penyediaan jasa pemeriksaan serta pengawasan perdagangan untuk membantu pemerintah dalam menjaga kelancaran arus barang sekaligus mengamankan devisa negara. Perusahaan kemudian melebarkan sayap ke sektor laboratorium analitis, keteknikan, audit, asesmen, konsultansi, hingga pelatihan.
Cupan layanan tersebut menjangkau berbagai sektor vital. Mulai dari pertanian, kehutanan, minyak dan gas bumi, pertambangan, konstruksi, industri pengolahan, kelautan, perikanan, transportasi, energi baru terbarukan, hingga sektor teknologi informasi.
Operasional dinamis ini ditopang oleh infrastruktur yang masif di dalam negeri. Saat ini, Sucofindo mengoperasikan 93 titik layanan yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia serta didukung oleh jaringan 68 laboratorium untuk memberikan solusi yang responsif bagi para pelanggan.