PT Sumber Global Energy Tbk Bidik Pendapatan Rp 10 Triliun pada 2026

PT Sumber Global Energy Tbk Bidik Pendapatan Rp 10 Triliun pada 2026

PT Sumber Global Energy Tbk (SGER) menargetkan capaian kinerja usaha yang lebih positif pada tahun 2026. Emiten yang bergerak di bidang perdagangan batubara ini mengandalkan tren kenaikan harga komoditas serta langkah diversifikasi bisnis sebagai motor penggerak utama.

Dikutip dari Investasi, pihak manajemen SGER mematok target pendapatan bersih dapat menyentuh angka Rp 10 triliun sepanjang tahun 2026. Target ini meningkat signifikan bila dibandingkan dengan realisasi pendapatan bersih pada tahun 2025 yang tercatat sebesar Rp 6,74 triliun.

Target baru ini sekaligus mencerminkan upaya SGER untuk mengembalikan basis pendapatan bersih seperti periode sebelumnya. Sebagai catatan, perusahaan berhasil membukukan pendapatan bersih senilai Rp 12,31 triliun pada tahun 2023 dan melonjak menjadi Rp 14,76 triliun pada tahun 2024.

"Jika target penjualan dapat mencapai sekitar Rp 10 triliun, maka laba yang diharapkan ada di kisaran Rp 500 miliat," kata Corporate Secretary SGER, Michael Harold dalam paparan publik, Senin (25/5/2026).

Guna merealisasikan target volume penjualan batubara tersebut, SGER mengandalkan ikatan kontrak kerja sama dengan sejumlah pembeli dari Bangladesh dan Vietnam. Langkah ekspansi pasar ini diimbangi dengan strategi ketat dalam mengendalikan pengeluaran operasional.

Manajemen SGER secara berkala mengevaluasi biaya operasional, melakukan negosiasi ulang tarif angkutan, serta mengontrol pengeluaran overhead. Langkah efisiensi tersebut diterapkan secara konsisten demi menjaga margin keuntungan perusahaan tetap stabil.

Di sisi lain, SGER tengah mencermati perkembangan regulasi domestik terkait rencana pembentukan badan khusus ekspor komoditas batubara melalui PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI). Hingga saat ini, operasional perdagangan ekspor perusahaan dipastikan masih berjalan normal tanpa kendala.

SGER juga mengoptimalkan lini bisnis non-batubara melalui anak usahanya, PT Hidrogen Peroxida Indonesia. Pabrik hidrogen peroksida (H2O2) yang dikelola oleh anak usaha tersebut dijadwalkan mulai beroperasi penuh pada tahun 2026 untuk menyumbang pos pendapatan baru.

Prospek pertumbuhan ini dinilai berjalan di jalur yang tepat oleh pelaku pasar modal. Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta menilai proyeksi kinerja SGER berada dalam posisi yang positif karena kuatnya permintaan batubara dari pasar internasional, khususnya di wilayah Asia.

Artikel terkait

Rekomendasi