PT Sumitomo Forestry Indonesia dan PT Summarecon Agung Tbk resmi meluncurkan klaster Rinoka di Summarecon Mutiara Makassar (SMM) sebagai bentuk penetrasi pasar properti di Sulawesi Selatan. Proyek hunian mewah ini menjadi kelanjutan kolaborasi strategis kedua perusahaan setelah sebelumnya sukses menggarap pengembangan di Bekasi dan Makassar.
Ekspansi portofolio di wilayah timur Indonesia ini dilatarbelakangi oleh tingginya kepercayaan investor terhadap daya beli masyarakat kelas menengah atas di Makassar. Sebagaimana dilansir dari Kompas, Sumitomo Forestry menilai Makassar sebagai jangkar investasi jangka panjang yang setara dengan proyek mereka di Amerika Serikat, Australia, maupun China.
Direktur PT Sumitomo Forestry Indonesia, Toyosada Shima, memberikan penjelasan terkait komitmen perusahaan dalam menjaga standar pembangunan di wilayah tersebut. Penegasan ini sekaligus menjadi jaminan nilai investasi bagi para konsumen yang mencari hunian berkualitas di Makassar.
"Klaster Rinoka dikembangkan di atas lahan seluas 10 hektar, dengan jumlah rumah yang dipasarkan 420 unit secara bertahap," kata Indra W Antono, Executive Director SMM.
Klaster Rinoka mengusung desain arsitektural Perancis hasil karya Faried Masdoeki dari Hadiprana dengan ciri khas fasad monokromik. Meski menonjolkan estetika Eropa, keunggulan utama hunian ini tetap bertumpu pada standar konstruksi Jepang yang diawasi langsung oleh Sumitomo Forestry.
Kawasan ini terletak di Business District SMM yang terintegrasi dengan rencana pembangunan Summarecon Mall Makassar serta akses cepat menuju bandara. Fasilitas pendukung seperti Sekolah Islam Al Azhar, Celebes Padel Hub, dan pusat kuliner Rainbow Food Centre telah tersedia untuk mendukung ekosistem kota mandiri.
Unit rumah di klaster ini ditawarkan dengan harga mulai dari Rp 1,9 miliar hingga Rp 3,6 miliar per unit. Target pasar utama pengembangan ini adalah kelompok profesional muda yang mapan serta investor yang mengincar keuntungan modal dari pertumbuhan pesat kawasan Summarecon Mutiara Makassar.