SURGE Raih Fasilitas Pinjaman Rp 125 Miliar dari Bank JTrust

SURGE Raih Fasilitas Pinjaman Rp 125 Miliar dari Bank JTrust

PT Solusi Sinergi Digital Tbk (SURGE) memperoleh fasilitas pinjaman senilai Rp 125 miliar dari PT Bank JTrust Indonesia Tbk untuk mendanai pengembangan proyek infrastruktur digital anak usahanya. Informasi mengenai perolehan kredit investasi tersebut disampaikan melalui keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia pada Selasa (2/6).

Pendanaan yang dilansir dari Keuangan ini dialokasikan untuk membiayai berbagai proyek strategis PT Integrasi Jaringan Ekosistem (IJE). Proyek-proyek tersebut mencakup penyediaan layanan WiFi on Stations, Commuterline, Passenger Information Display (PID), serta pembangunan Edge Data Center.

Fasilitas Kredit Investasi II (KIN II) ini memiliki jangka waktu tenor selama 60 bulan dengan tingkat suku bunga tahunan sebesar 11,25 persen. Selain itu, perseroan wajib membayar biaya provisi sebesar 0,25 persen, upfront fee 0,75 persen, serta biaya administrasi senilai Rp 50 juta.

Manajemen emiten berkode saham SURGE tersebut menjelaskan bahwa tambahan modal ini diperlukan untuk memperkuat kapasitas operasional anak usaha di tengah pertumbuhan proyek digital yang pesat.

"Transaksi kredit ini dilakukan untuk membiayai proyek dari anak perusahaan, yaitu IJE, sehingga dapat memperkuat permodalan dan mendukung pengerjaan proyek secara lebih agresif," tulis manajemen SURGE.

Pihak perseroan memproyeksikan tambahan modal ini akan berdampak positif pada kinerja keuangan konsolidasi di masa depan melalui peningkatan pendapatan operasional. Nilai pinjaman ini setara dengan 24,22 persen dari total ekuitas perseroan per 31 Desember 2021 yang tercatat sebesar Rp 515,96 miliar.

Berdasarkan regulasi POJK Nomor 17 Tahun 2020, transaksi ini masuk dalam kategori transaksi material. Namun, perusahaan tidak diwajibkan untuk meminta persetujuan dari pemegang saham ataupun penilai independen.

Manajemen SURGE juga menegaskan bahwa pinjaman ini bukan merupakan transaksi afiliasi maupun benturan kepentingan berdasarkan regulasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Saat ini, SURGE beroperasi sebagai holding investasi yang mengelola bisnis periklanan, serat optik, layanan internet, platform digital, hingga infrastruktur telekomunikasi.

Artikel terkait

Rekomendasi