SSIA Cetak Pertumbuhan Pendapatan Properti 202 Persen Kuartal I 2026

SSIA Cetak Pertumbuhan Pendapatan Properti 202 Persen Kuartal I 2026

PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA) membukukan kenaikan pendapatan segmen properti sebesar 202 persen menjadi Rp495 miliar pada kuartal I-2026 berdasarkan analisis pasar Selasa (12/5/2026). Capaian tersebut didorong oleh pemulihan sektor perhotelan nasional dan pengembangan proyek strategis di koridor timur Jakarta.

Kunjungan wisatawan mancanegara yang tumbuh 8 persen pada tiga bulan pertama tahun ini berdampak langsung pada tingkat okupansi hotel milik perseroan. Laporan RHB Sekuritas menunjukkan pembukaan kembali Paradisus by Melia Bali pada Februari 2026 telah menyumbang pendapatan sebesar Rp42 miliar bagi divisi hospitality.

Sektor perhotelan ini memberikan kontribusi sebesar 26 persen dari total pendapatan divisi tersebut. Selain itu, emitennews.com mencatat SSIA memperkuat neraca melalui akumulasi cadangan lahan senilai Rp4,48 triliun yang terkonsentrasi pada proyek terintegrasi Subang Smartpolitan.

RHB Sekuritas memberikan rincian mengenai posisi kontrak dan penjualan lahan yang telah diamankan oleh manajemen perusahaan hingga memasuki kuartal kedua tahun ini.

"Backlog penjualan lahan SSIA tercatat sebesar IDR727 miliar, setara 46 ha lahan, dengan sekitar 36ha atau Rp524 miliar telah dibukukan pada April 2026," tulis RHB.

Peningkatan asumsi tarif rata-rata harian (ARR) pada segmen hospitality memicu adanya revisi terhadap proyeksi laba bersih perseroan untuk tahun berjalan. Analis dari sekuritas tersebut mengonfirmasi penyesuaian target harga saham menyusul performa operasional yang melampaui estimasi awal.

"Seiring dengan itu, RHB Kami merevisi naik proyeksi laba SSIA tahun 2026 sebesar 4% dan memperkirakan kinerja kuat berlanjut pada 2Q26. Revisi ini terutama mencerminkan asumsi ARR yang lebih tinggi untuk segmen hospitality SSIA. Penjualan lahan 36 ha yang dibukukan pada April juga akan mendukung kinerja perusahaan sepanjang sisa FY26," tulis RHB.

Kesehatan struktur permodalan perusahaan tetap terjaga dengan rasio utang terhadap ekuitas (DER) pada level 0,28 kali meski memiliki inventaris lahan skala besar. Sementara itu, PT Nusa Raya Cipta Tbk (NRCA) selaku anak usaha konstruksi melaporkan perolehan kontrak baru sebesar Rp894 miliar.

Artikel terkait

Rekomendasi