Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengumumkan temuan mengenai efektivitas kombinasi ekstrak kunyit, daun sirsak, dan bekatul beras hitam dalam menghambat sel kanker pada Sabtu (9/5/2026). Selain bahan alam, aktivitas berkemah di hutan atau forest bathing juga terbukti secara ilmiah mampu meningkatkan produksi sel pembunuh kanker dalam tubuh manusia.
Pusat Riset Bahan Baku Obat dan Obat Tradisional BRIN melakukan uji in vitro terhadap sel kanker payudara T47D dan sel kanker kolon WiDr menggunakan ketiga bahan tersebut. Hasil penelitian menunjukkan adanya aktivitas sitotoksik yang kuat yang berasal dari kandungan fenolik, flavonoid, terpenoid, alkaloid, dan steroid dalam formula tersebut.
Peneliti Rizal Maarif Rukmana menjelaskan bahwa riset ini muncul sebagai respons atas tingginya beban kasus kanker secara global.
"Uji sitotoksisitas dilakukan menggunakan metode MTT assay terhadap sel kanker payudara T47D, sel kanker kolon WiDr, serta sel normal Vero. Hasil analisis menunjukkan bahwa ekstrak kunyit, daun sirsak, dan bekatul beras hitam mengandung golongan senyawa fenolik, flavonoid, terpenoid, alkaloid, dan steroid yang berperan dalam aktivitas antikanker," jelas Rizal.
Data penelitian menunjukkan formula paling optimal untuk kanker payudara terdiri dari proporsi daun sirsak sebesar 86,4 persen. Sementara itu, efektivitas tertinggi untuk kanker kolon justru didominasi oleh ekstrak kunyit dengan komposisi mencapai 95,9 persen.
"Uji sitotoksisitas dilakukan menggunakan metode MTT assay terhadap sel kanker payudara T47D, sel kanker kolon WiDr, serta sel normal Vero. Hasil analisis menunjukkan bahwa ekstrak kunyit, daun sirsak, dan bekatul beras hitam mengandung golongan senyawa fenolik, flavonoid, terpenoid, alkaloid, dan steroid yang berperan dalam aktivitas antikanker," papar Rizal.
Rizal menambahkan rincian mengenai performa spesifik dari masing-masing formula yang telah diuji melalui metode simplex lattice design.
"Formula paling optimal untuk kanker payudara terdiri dari ekstrak kunyit 11,1%, daun sirsak 86,4%, dan bekatul beras hitam 2,5%, dengan nilai IC50 sebesar 24,91 ± 0,81 µg/mL. Kombinasi ini terbukti efektif menghambat proliferasi sel kanker T47D," ungkap Rizal.
Optimalisasi ini juga terlihat pada pengujian sel kanker kolon yang menunjukkan adanya efek sinergis antar senyawa bioaktif dari sumber daya hayati lokal tersebut.
"Sementara itu, formula terbaik sebagai antikanker kolon diperoleh dari kombinasi ekstrak kunyit 95,9%, daun sirsak 2,6%, dan bekatul beras hitam 1,5% dengan nilai IC50 sebesar 32,18 ± 2,38 µg/mL. Hasil ini menunjukkan bahwa kombinasi bahan alam dapat memberikan aktivitas antikanker yang optimal melalui efek sinergis antar senyawa bioaktif," jelas Rizal.
Penelitian ini masih dalam tahap awal dan memerlukan serangkaian uji lanjutan sebelum dapat diaplikasikan secara luas kepada pasien.
"Meski demikian, ia menekankan hasil riset ini masih berada pada tahap awal sehingga perlu dilanjutkan dengan pengujian pada hewan (in vivo) hingga uji klinis pada manusia untuk memastikan keamanan dan efektivitasnya," pungkas Rizal sebagaimana dilaporkan CNBC Indonesia.
Melengkapi temuan zat alami, studi dari Stanford Lifestyle Medicine menunjukkan bahwa terapi forest bathing selama tiga hari dapat meningkatkan aktivitas sel Natural Killer (NK) hingga 50 persen. Atmosfer hutan yang kaya akan senyawa monoterpen dan ion negatif berperan penting dalam merangsang sistem imun untuk menghancurkan sel tumor.
| Pertanyaan | Penjelasan |
|---|---|
| Mengapa berkemah membuat orang sehat? | Aktivitas seperti mendirikan tenda, memasak, berjalan, hiking, atau berenang di alam terbuka mengharuskan tubuh untuk bergerak dan melakukan aktivitas fisik. Hal ini membantu meningkatkan kekuatan otot, daya tahan, dan fleksibilitas |
| Apa makna dari berkemah? | Berkemah adalah kegiatan rekreasi luar ruangan di mana peserta menginap sementara di alam terbuka, seperti hutan, gunung, atau pantai, umumnya menggunakan tenda sebagai tempat berlindung. |
| Apakah berkemah memiliki keuntungan? | Menghabiskan waktu di luar ruangan sangat baik untuk membantu menurunkan tingkat stres dan meningkatkan perasaan rileks, bahkan dapat membantu meredakan nyeri fisik. |