Tekanan Bisnis dan Tantangan Profitabilitas Fintech Skala Kecil

Tekanan Bisnis dan Tantangan Profitabilitas Fintech Skala Kecil

Menurutnya, banyak perusahaan fintech menghadapi berbagai tekanan bisnis, mulai dari tingginya biaya akuisisi pengguna, gagal bayar pinjaman, hingga beban operasional yang besar.

Di sisi lain, pertumbuhan industri justru lebih dinikmati oleh pemain besar yang memiliki ekosistem kuat, teknologi lebih matang, dan akses modal lebih besar.

Alhasil, fintech dengan skala kecil lebih kesulitan menjaga profitabilitas dan ekuitas meskipun secara umum pasar masih tumbuh positif.

Purbaya Beri Tenggat 6 Bulan untuk Dana WNI di Luar Negeri Masuk ke Indonesia

Pemerintah memberi tenggat waktu enam bulan bagi WNI yang menyimpan dana di luar negeri untuk membawa masuk dan melaporkannya ke dalam negeri.

Simak Prospek Bumi Resources (BUMI) Usai Labanya Meningkat

Hari Ini Pengumuman Rebalancing MSCI, OJK Sebut Dua Saham Berpotensi Ditendang

"Fintech kecil menghadapi biaya dana lebih mahal, risiko kredit lebih tinggi, serta kesulitan memperoleh investor baru," jelasnya kepada Kontan, Jumat (15/5/26).

Selain itu, ia juga mencermati perihal regulasi industri fintech yang makin ketat turut membuat kebutuhan modal dan kepatuhan meningkat, sehingga terjadi kesenjangan daya tahan bisnis antara pemain besar dan kecil dalam industri fintech nasional.

Katanya, perusahaan fintech perlu memperkuat kualitas pembiayaan dan manajemen risiko agar rasio gagal bayar tetap terkendali. Selain itu, efisiensi operasional juga perlu ditingkatkan, termasuk mengurangi biaya akuisisi pengguna yang terlalu agresif.

Ia juga menyoroti pentingnya diversifikasi produk dan kolaborasi dengan perbankan maupun ekosistem digital guna memperluas sumber pendapatan perusahaan.

Kendati ekosistem industri dibayang-bayangi tekanan modal, salah satu pemain fintech P2P lending, Amartha memastikan hingga kini kondisi ekuitas di perusahaan mereka berada dalam posisi yang sehat.

"Amartha memiliki fondasi bisnis, pengalaman operasional, serta pemahaman pasar yang kuat untuk terus bertumbuh secara berkelanjutan," ujar VP Public Relation Amartha, Harumi Supit.

Sejalan dengan Heru, Harumi memastikan bahwa perusahaan akan terus menjaga dan memperkuat ekuitas melalui sejumlah upaya. Termasuk di antaranya adalah penguatan fundamental bisnis, menjaga kualitas portofolio, memperluas kolaborasi strategis, hingga membangun ekosistem keuangan digital yang inklusif.

Artikel terkait

Rekomendasi