PT Budi Gadai Indonesia membidik kenaikan omzet usaha sebesar 20 persen pada tahun 2026 dibanding pencapaian tahun sebelumnya. Target ekspansi ini dipicu oleh munculnya sejumlah momentum musiman, termasuk masa pendaftaran sekolah tahun ajaran baru, seperti dilansir dari Keuangan pada Kamis (4/6/2026).
Kebutuhan dana segar masyarakat untuk biaya administrasi serta perlengkapan sekolah anak membuat volume pengajuan pinjaman dengan agunan diprediksi melonjak. Banyak keluarga memilih opsi pendanaan cepat ini demi memenuhi pengeluaran dunia pendidikan yang mendesak.
Pihak manajemen mengonfirmasi bahwa siklus tahunan ini menjadi stimulus musiman bagi aktivitas pergadaian perusahaan.
"Permintaan gadai akan meningkat menjelang tahun ajaran baru," ujar Direktur Budi Gadai Budiarto Sembiring, kepada Kontan, Kamis (4/6/2026).
Kendati demikian, dampak dari pendaftaran sekolah tersebut dinilai masih menjadi faktor penunjang skala kecil. Budiarto Sembiring menambahkan bahwa akselerasi volume transaksi perseroan justru lebih dominan digerakkan oleh indikator internal berupa pembukaan jaringan kantor cabang baru.
Guna mengantisipasi lompatan permintaan dana dari nasabah, perusahaan pergadaian swasta ini menerapkan langkah taktis terukur. Strategi utama yang dijalankan berfokus pada perluasan jangkauan wilayah operasional serta penguatan ketahanan dana perusahaan.
Langkah pengelolaan dana likuid dilakukan demi menjamin ketersediaan modal kerja yang aman bagi pemenuhan hak konsumen. Manajemen merealisasikannya lewat peningkatan kualitas ekosistem pelayanan sekaligus memperketat sistem proteksi seluruh barang yang dijaminkan oleh nasabah.