Masyarakat yang berencana melakukan penyambungan daya pada bangunan baru perlu mencermati rincian biaya layanan listrik yang berlaku. Persiapan anggaran yang matang sejak awal akan sangat membantu kelancaran proses administrasi di lapangan.
Dikutip dari Money, tarif pemasangan listrik baru PLN hingga Mei 2026 terpantau belum mengalami perubahan. Ketentuan besaran biaya masih merujuk pada regulasi yang ditetapkan dalam Peraturan Menteri ESDM Nomor 27 Tahun 2017 Pasal 9 ayat (1).
Secara teknis, penentuan total biaya penyambungan sangat bergantung pada dua variabel utama. Faktor tersebut meliputi besaran kapasitas daya yang diminta serta pilihan jenis layanan, baik itu sistem prabayar maupun pascabayar.
Bagi calon pelanggan yang memilih sistem token atau prabayar, rincian biaya penyambungan telah ditetapkan berdasarkan kapasitas daya masing-masing.
| Kapasitas Daya | Biaya Penyambungan (Rp) |
|---|---|
| 450 VA | 421.000 |
| 900 VA | 843.000 |
| 1.300 VA | 1.218.000 |
| 2.200 VA | 2.062.000 |
| 3.500 VA | 3.391.500 |
Selain biaya penyambungan di atas, pengguna layanan prabayar juga harus menyiapkan dana untuk pembelian token listrik perdana. Nilai token tersebut sudah mencakup komponen Pajak Penerangan Jalan (PPJ) sesuai ketentuan daerah setempat.
Pelanggan juga mungkin memerlukan biaya tambahan untuk pengurusan Sertifikat Laik Operasi (SLO). Dokumen ini menjadi syarat penting guna memastikan seluruh instalasi di dalam bangunan sudah memenuhi standar keamanan yang diwajibkan.
Untuk jenis layanan pascabayar, besaran biaya penyambungan dasarnya identik dengan skema prabayar. Pelanggan tetap membayar nominal yang sama mulai dari Rp 421.000 untuk daya terendah hingga jutaan rupiah untuk daya yang lebih besar.
Namun, terdapat perbedaan komponen pada sistem pascabayar berupa adanya Uang Jaminan Langganan. Biaya tambahan ini bersama dengan tarif SLO harus diperhitungkan dalam rencana anggaran pemasangan baru.
Guna memudahkan masyarakat mendapatkan estimasi yang lebih akurat, PLN telah menyediakan fitur simulasi pada aplikasi resmi mereka. Calon pelanggan dapat mengecek total biaya secara mandiri melalui menu Simulasi Biaya di aplikasi PLN Mobile.
Dalam fitur tersebut, pengguna cukup memasukkan kapasitas daya yang diinginkan dan memilih jenis layanan. Sistem kemudian akan memproses dan menampilkan total estimasi biaya yang harus dibayarkan melalui kanal pembayaran resmi.