Guru meditasi dan yoga Tsamara Fahrana membagikan metode praktis mengendalikan kecemasan melalui teknik pernapasan sederhana dalam acara temu media di Surakarta, Jawa Tengah, Rabu (6/5/2026). Pengaturan pola napas dinilai memiliki pengaruh signifikan terhadap stabilitas kondisi tubuh dan pikiran saat menghadapi tekanan.
Metode yang paling mudah dilakukan adalah teknik pernapasan dengan durasi empat detik. Langkah ini melibatkan pengaturan waktu yang konsisten antara fase menghirup dan membuang udara agar ritme tubuh tetap terjaga, sebagaimana dilansir dari Detik Health.
"Jadi kita buat napasnya, ukurannya sama atau hitungannya sama. Contoh, tarik napas 4 hitungan, hembuskan napasnya juga 4 hitungan," ucap Tsamara ketika ditemui dalam acara temu media bersama Aqua di Surakarta, Jawa Tengah, Rabu (6/5/2026).
Selain teknik dasar tersebut, Tsamara memperkenalkan metode 'box breathing' yang bertujuan untuk meningkatkan konsentrasi serta kendali emosional. Teknik ini diklaim mampu membawa tubuh ke tingkatan yang lebih rileks dan stabil, bahkan sering diterapkan oleh personel militer elit.
"Ini sebutannya teknik box breathing. Jadi tarik napas 4 hitungan, ditahan 4 hitungan, hembuskan 4 hitungan, jadi bedanya ditahan 4 hitungan. Ini digunakan oleh banyak militer, navy seals di posisi-posisi yang mencekam," jelas Tsamara.
Bagi individu yang mengalami tingkat stres atau gangguan kecemasan yang lebih berat, durasi pembuangan napas disarankan untuk diperpanjang. Penambahan durasi pada fase pengembusan napas secara bertahap dipercaya dapat menurunkan tekanan mental secara lebih efektif.
"Atau kalau benar-benar anxiety dan mau menurunkan rasa stres, hembuskan nafasnya yang lebih panjang. Contoh, tadi tarik napas 4 hitungan, mungkin menghembuskan napasnya 5, 6, 7, 8. Dua kali lipat dari tarikan nafas. Itu bisa membantu untuk rasa cemas," tandasnya.