Aksi korporasi besar siap digelar oleh PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM). Perusahaan pelat merah ini berencana untuk melaksanakan pembelian kembali atau buyback saham dengan nilai fantastis, yakni sebanyak-banyaknya sebesar Rp 4 triliun. Seluruh dana besar tersebut disiapkan dari kas internal perusahaan.
Seperti dilansir dari Investasi, pelaksanaan buyback saham ini dapat dilakukan melalui Bursa Efek Indonesia (BEI) maupun di luar bursa efek. Prosesnya sendiri akan dieksekusi baik secara bertahap maupun sekaligus, serta diselesaikan paling lambat dalam waktu 12 bulan setelah tanggal Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) memberikan persetujuan resmi.
TLKM sendiri dijadwalkan akan menggelar RUPS untuk membahas agenda buyback saham tersebut pada 8 Juni 2026. Jika agenda ini mendapatkan persetujuan dari para pemegang saham, perkiraan jadwal periode pelaksanaan buyback saham akan berlangsung dari tanggal 9 Juni 2026 sampai dengan 8 Juni 2027.
Manajemen memastikan bahwa jumlah saham yang akan dibeli kembali tidak akan melebihi 10% dari jumlah modal ditempatkan dan disetor perusahaan. Langkah hukum dan finansial ini juga akan tetap memperhatikan kondisi likuiditas, permodalan perusahaan, serta ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku saat ini.
Melalui program pembelian kembali saham ini, TLKM memiliki tujuan strategis untuk memperkuat keyakinan pasar terhadap nilai jangka panjang serta prospek cerah yang dimiliki oleh emiten telekomunikasi tersebut.
"Langkah ini diambil sebagai upaya untuk menjaga keharmonisan antara kondisi pasar dan fundamental perusahaan, serta menjaga kepercayaan para pemangku kepentingan dalam usaha perusahaan mendukung pertumbuhan yang berkelanjutan," ungkap Manajemen TLKM dalam keterbukaan informasi, Kamis (4/6).
Pihak manajemen TLKM juga memiliki keyakinan kuat bahwa pelaksanaan transaksi buyback saham ini tidak akan membawa dampak negatif yang material terhadap seluruh kegiatan usaha perusahaan. Hal ini dikarenakan perseroan mempunyai modal kerja serta arus kas yang sangat cukup untuk mendanai pembiayaan buyback saham bersamaan dengan operasional kegiatan usaha.
Lewat kondisi keuangan yang sehat tersebut, transaksi finansial ini dipastikan tidak akan memengaruhi pendapatan TLKM secara keseluruhan. Namun, mengingat pembiayaan atas aksi buyback saham ini bersumber sepenuhnya dari kas internal perusahaan, maka aksi korporasi ini dipastikan akan berdampak pada penurunan nilai aset dan ekuitas TLKM sebanyak-banyaknya sebesar Rp 4 triliun.