PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk tengah menjalankan penataan portofolio melalui anak usahanya. Dilansir dari Investasi, TelkomMetra bersama MDI secara resmi melepas 452.330 lembar saham yang merepresentasikan 100 persen modal ditempatkan dan disetor penuh di PT Administrasi Medika atau AdMedika.
Aksi pelepasan seluruh kepemilikan saham kedua entitas tersebut dialihkan kepada Global Assistance & Healthcare Singapore Pte. Ltd. atau Fullerton melalui skema divestasi penuh. Langkah ini menjadi bagian dari strategi penataan korporasi.
SVP Corporate Secretary Telkom Jati Widagdo menjelaskan bahwa pelepasan saham AdMedika ini merupakan bagian dari rancangan besar penyederhanaan portofolio perusahaan. Aksi ini juga ditujukan untuk menciptakan nilai tambah yang optimal bagi grup usaha.
"Diharapkan dengan adanya aksi korporasi ini dapat mendukung transformasi Telkom Group menuju Strategic Holding serta memaksimalkan penciptaan nilai dari divestasi AdMedika," kata Jati Widagdo dalam keterbukaan informasi, Rabu (3/6/2026).
Menurut Jati Widagdo, manajemen menilai transaksi ini sejalan dengan arah kebijakan PT Danantara Asset Management. Lembaga tersebut memang tengah fokus melakukan penataan anak perusahaan di lingkungan Badan Usaha Milik Negara atau BUMN.
Langkah restrukturisasi ini selaras dengan peta jalan transformasi perusahaan yang kini bertumpu pada empat pilar bisnis utama. Pilar-pilar tersebut meliputi digital infrastructure, integrated B2C service, B2B ICT service, serta ekspansi internasional.
Di samping itu, Telkom konsisten menerapkan strategi streamlining terhadap portofolio non-core. Kebijakan ini diambil agar organisasi dapat bergerak lebih fokus, lincah, sekaligus kompetitif dalam memenangkan persaingan di kancah global.
Jati Widagdo memastikan bahwa keputusan pelepasan saham AdMedika ini tidak akan mengganggu stabilitas internal korporasi. Divestasi ini diklaim tidak memberikan dampak material terhadap operasional, kondisi keuangan, aspek hukum, maupun kelangsungan usaha Telkom.