PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) mencatatkan pendapatan konsolidasi sebesar Rp146,7 triliun sepanjang tahun buku 2025 sebagai hasil dari eksekusi strategi transformasi TLKM 30. Capaian ini diumumkan oleh manajemen pada Selasa (12/5/2026) di tengah penyesuaian tata kelola aset perusahaan.
Data kinerja keuangan yang dilansir dari Market menunjukkan perseroan meraih laba bersih sebesar Rp17,8 triliun dengan margin 12,1 persen. Sementara itu, nilai laba bersih yang dinormalisasi menyentuh angka Rp22,7 triliun dengan margin sebesar 15,4 persen.
Direktur Utama TLKM Dian Siswarini menjelaskan bahwa posisi perusahaan saat ini berada dalam tahap krusial untuk mempercepat langkah-langkah strategis yang telah direncanakan sebelumnya.
"Pada 2026, Telkom berada pada fase penting dalam mengakselerasi dan melanjutkan eksekusi transformasi," ujarnya, dalam pernyataan tertulis, Selasa (12/5/2026).
Dari sisi profitabilitas operasional, EBITDA konsolidasi Telkom pada 2025 mencapai Rp72,2 triliun dengan margin 49,2 persen. Selain itu, perusahaan mencatat lonjakan Total Shareholder Return (TSR) hingga 35,7 persen yang didorong oleh capital gain dan dividend yield bagi para pemegang saham.
Manajemen mengungkapkan adanya kontraksi laba bersih sebesar 9,5 persen secara tahunan akibat peningkatan beban percepatan depresiasi. Langkah ini merupakan bagian dari reformasi total governance reset yang diamanatkan oleh Danantara Indonesia melalui penyelarasan kebijakan akuntansi dan klasifikasi aset.
Sektor B2C yang dikelola Telkomsel masih mendominasi dengan kontribusi pendapatan sebesar Rp109,2 triliun. Peningkatan kebutuhan layanan digital memicu pertumbuhan trafik data sebesar 15 persen, yang dibarengi dengan pemulihan Average Revenue Per User (ARPU) sejak semester kedua 2025.
Pada segmen infrastruktur, anak usaha Mitratel mengelola 40.230 menara dengan pendapatan Rp9,5 triliun dan margin EBITDA mencapai 82,2 persen. Di sisi lain, bisnis pusat data melalui NeutraDC telah mengoperasikan fasilitas hyperscale di Cikarang dan Singapura guna memperkuat tulang punggung digital nasional.
Telkom juga melaporkan pendapatan dari segmen Wholesale & International Service sebesar Rp10,7 triliun melalui Telin yang kini terhubung dalam 27 sistem kabel laut. Selama 2025, perusahaan telah merealisasikan belanja modal sebesar Rp27,5 triliun untuk pengembangan infrastruktur konektivitas dan kecerdasan buatan.