Telkom Indonesia Transformasikan Bisnis Menjadi Strategic Holding

Telkom Indonesia Transformasikan Bisnis Menjadi Strategic Holding

Manajemen PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk mentransformasikan posisinya menjadi strategic holding melalui langkah perampingan struktur korporasi demi merapikan lini bisnis perusahaan. Transformasi tersebut dilakukan dengan menindaklanjuti instruksi langsung dari Danantara Indonesia untuk memangkas jumlah entitas anak usaha.

Restrukturisasi ini diawali dengan rencana penutupan sepuluh anak perusahaan yang ditargetkan selesai sebelum paruh kedua tahun ini. Berdasarkan laporan Detik iNET, kebijakan pengurangan tersebut diambil setelah manajemen Telkom melakukan analisis internal mendalam serta evaluasi komprehensif terhadap fungsi operasional.

Perusahaan pelat merah ini nantinya hanya akan menyisakan sekitar 15 hingga 22 anak usaha dari total 67 entitas yang beroperasi saat ini. Kriteria penggabungan diterapkan bagi anak usaha yang memiliki model bisnis serupa, sedangkan penutupan resmi akan diberlakukan bagi entitas yang membukukan performa negatif selama dua tahun berturut-turut.

Melalui reposisi ini, seluruh aktivitas operasional bisnis ke depan akan dialihkan sepenuhnya kepada operating company. Lini bisnis tersebut bakal dibagi ke dalam beberapa segmen utama meliputi B2C, B2B Infra, B2B ICT, internasional, serta segmen penunjang lainnya.

Direktur Strategic Business Development and Portfolio Telkom, Seno Soemadji menegaskan kesiapan perusahaan untuk memenuhi batas waktu penutupan sepuluh anak usaha yang telah ditetapkan oleh pihak Danantara Indonesia.

"Permintaan Danantara itu bukan akhir tahun, akhir Juni ini kita diminta menutup 10 anak usaha dan Insya Allah kita berkomitmen untuk bisa menutup 10 anak usaha," kata Seno Soemadji, Direktur Strategic Business Development and Portfolio Telkom.

Terkait nama-nama entitas yang masuk dalam daftar pembubaran pada Juni mendatang, pihak manajemen saat ini masih menutup rapat informasi tersebut. Langkah ini diambil demi menjaga stabilitas pasar dan mempertimbangkan sensitivitas publik.

"Untuk namanya menurut saya nanti, because kita ada ada beberapa lini ya. Ada pertimbangan sensitivitas, kami bisa sampaikan nanti," kata Seno Soemadji, Direktur Strategic Business Development and Portfolio Telkom.

Artikel terkait

Rekomendasi