Telkom Pangkas Sepuluh Anak Perusahaan Akhir Juni 2026

Telkom Pangkas Sepuluh Anak Perusahaan Akhir Juni 2026

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk akan menutup sepuluh anak perusahaan pada akhir Juni 2026 demi meningkatkan efisiensi dan tata kelola bisnis. Langkah pemangkasan ini dilakukan guna memenuhi instruksi akselerasi konsolidasi internal dari Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atau Danantara Indonesia.

Penataan portofolio dilakukan terhadap lini bisnis yang tumpang tindih dan memiliki kinerja buruk selama dua tahun terakhir. Secara keseluruhan, Danantara memerintahkan Telkom menyusutkan jumlah anak usahanya dari 67 entitas hingga tersisa sekitar 15 sampai 22 perusahaan saja secara bertahap.

"Kan sudah ada di dalam rencana streamlining kita, jadi akan kita kurangi. Lebih (dari 10) karena kan ini proses yang harus betul-betul rapikan," kata Dony Oskaria, COO Danantara sekaligus Kepala Badan Pengelola BUMN di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (19/5/2026).

Dony Oskaria mengisyaratkan adanya perampingan lanjutan bagi struktur korporasi Telkom demi menghadapi dinamika industri telekomunikasi nasional. Ke depan, perusahaan pelat merah tersebut diarahkan menjadi induk usaha strategis yang hanya membawahi empat unit bisnis utama.

Empat pilar utama tersebut meliputi Telkomsel pada sektor telekomunikasi inti, Infraco yang mengelola serat optik, Mitratel di bidang menara telekomunikasi, serta unit pusat data. Selain itu, terdapat satu lini bisnis infrastruktur tambahan yang dipersiapkan sebagai penyokong operasional keempat unit utama tersebut.

"Akhir Juni ini kita diminta menutup 10 anak perusahaan. Dan, insya Allah kita komit bisa menutup 10 anak perusahaan, jadi dari 67 (anak perusahaan) itu, (pemangkasan) 10 (di antaranya) terjadi di akhir bulan Juni, bulan depan," kata Seno Soemadji, Direktur Strategic Business Development and Portfolio Telkom di Jakarta, Rabu (20/5/2026) seperti dilansir dari ANTARA, Katadata, dan detikINET.

Pihak manajemen kini sedang melaksanakan kajian mendalam sebelum melakukan eksekusi penutupan badan hukum anak usaha yang dimaksud. Penilaian performa serta analisis kesamaan model bisnis menjadi basis utama tim internal dalam menentukan entitas yang akan digabungkan atau dilikuidasi.

"Memang secara bisnis kita juga sudah melakukan pertimbangan, kita melakukan analisa bahwa streamlining (perampingan) ini, terutama yang overlap, yang bisnis-bisnisnya berada di (bidang yang) sama. Itu salah satu yang akan kita watch," jelas Seno Soemadji.

Pihak korporasi menyatakan belum bisa mengumumkan rincian nama sepuluh entitas yang masuk dalam daftar penutupan bulan depan tersebut. Telkom beralasan terdapat beberapa pertimbangan sensitivitas serta pendekatan operasional yang wajib dijaga sebelum informasi dibuka ke publik.

"Menurut saya nanti (diumumkan). Karena kita ada beberapa pendekatan dan pertimbangan sensitivitas. Tapi (informasi lebih lanjut) bisa disampaikan nanti," ujar Seno Soemadji.

Manajemen menjamin bahwa transisi organisasi ini berjalan sesuai kaidah tata kelola perusahaan yang berlaku demi menghasilkan nilai tambah yang optimal. Emiten berkode saham TLKM tersebut nantinya berfungsi murni sebagai strategic holding, sedangkan operasional taktis dijalankan langsung oleh masing-masing operating company.

"Kita mesti memastikan governance process-nya betul, hipotesanya dan tahapannya semuanya betul," kata Seno Soemadji.

"Kami melakukan analisa bahwa streamlining (perampingan) ini, terutama yang overlap, yang bisnis-bisnisnya berada di (bidang yang) sama. Itu salah satu yang akan kita watch," jelas Seno Soemadji.

"Permintaan Danantara itu bukan akhir tahun, akhir Juni ini kita diminta menutup 10 anak usaha dan Insya Allah kita berkomitmen untuk bisa menutup 10 anak usaha," kata Seno Soemadji.

"Untuk namanya menurut saya nanti, karena kita ada ada beberapa lini ya. Ada pertimbangan sensitivitas, kami bisa sampaikan nanti," pungkas Seno Soemadji.

Rencana transformasi besar serta merger anak usaha ini dijadwalkan masuk dalam pembahasan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Telkom. Rapat akbar pemegang saham tersebut rencananya digelar pada akhir Mei hingga Juni 2026 untuk menetapkan penggunaan laba bersih, rencana buyback saham, perubahan anggaran dasar, hingga penyesuaian susunan pengurus perseroan yang baru.

Artikel terkait

Rekomendasi