PT Telkom Indonesia memberikan tanggapan resmi mengenai langkah Securities and Exchange Commision (SEC) Amerika Serikat yang melakukan investigasi terhadap perusahaan, dalam paparan di Kantor Telkom, Jakarta, pada Rabu (20/5/2026).
Pemeriksaan oleh otoritas bursa AS tersebut menyasar pada lebih dari 140 transaksi yang berkaitan dengan Telkom, sebagaimana dilansir dari Detik iNET. Proses penyelidikan dari SEC ini sendiri dilaporkan telah berjalan sejak Oktober 2023.
Pihak manajemen menjelaskan bahwa persoalan yang tengah diteliti tersebut merupakan permasalahan lama dari kurun waktu tahun 2014 hingga 2021. Alokasi pencadangan modal atau provisi juga sudah dilakukan pada tahun terjadinya transaksi.
Langkah pencadangan tersebut membuat operasional saat ini tidak terganggu. Manajemen memastikan dampak keuangan tidak memengaruhi kondisi kas maupun performa kinerja emiten berkode TLKM tersebut pada masa sekarang.
Direktur Utama PT Telkom Indonesia, Dian Siswarini menjelaskan mengenai status persoalan yang sedang dihadapi oleh perusahaan komunikasi milik negara tersebut.
"Ini bukan masalah baru tapi masalah lama yang terjadi 2014-2021, jadi sudah lama sekali. Kenapa sekarang dibereskan, karena baru di-highlight SEC," kata Dian Siswarini, Dirut PT Telkom Indonesia.
Pihak korporasi juga mengantisipasi adanya konsekuensi formal dari otoritas Amerika Serikat selaku pengawas pasar modal tempat saham perusahaan tercatat. Upaya komunikasi intensif disiapkan demi memberikan penjelasan rinci mengenai duduk perkara secara transparan.
"Apa ada sanksi? Kemungkinan ada tapi tentu kita akan coba jelaskan kepada SEC. Ini tuh non-cash dan sudah provisi, jadi sanksi bisa diringankan," imbuh Dian Siswarini, Dirut PT Telkom Indonesia.
Evaluasi internal secara menyeluruh langsung diterapkan oleh Telkom melalui pembenahan sistem tata kelola perusahaan yang baik. Manajemen membentuk struktur baru berupa Direktorat Legal & Compliance serta posisi Chief Integrity Officer.
"Yang penting kita lebih disiplin dalam business operation, lebih transparan dan clean," pungkas Dian Siswarini, Dirut PT Telkom Indonesia.