PT TEMAS Tbk membidik target pendapatan sebesar Rp5,53 triliun pada tahun 2026 sebagai langkah ekspansi bisnis di tengah pertumbuhan industri angkutan kontainer nasional. Target tersebut mencerminkan kenaikan sebesar 27 persen dibandingkan dengan realisasi pendapatan pada tahun 2025.
Rencana pertumbuhan kinerja emiten pelayaran berkode saham TMAS ini dilansir dari Suara pada Selasa (2/6/2026). Guna mendukung pencapaian target tersebut, pihak manajemen telah mengalokasikan anggaran belanja modal dalam jumlah besar untuk memperkuat kapasitas operasional.
"Untuk mendukung pengembangan kapasitas operasional, TMAS menyiapkan anggaran belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp 2,5 triliun pada tahun 2026," ujar Ganny dalam Paparan Publik, Selasa (2/6/2026).
Sebagian besar dari anggaran belanja modal tersebut dialokasikan untuk membiayai pembelian kapal baru. Langkah ini dibarengi dengan peremajaan armada, pengadaan alat penunjang kegiatan pelabuhan, serta pembangunan infrastruktur pelabuhan yang memadai.
Ekspansi terhadap armada pengangkut menjadi prioritas utama perusahaan demi menjaga posisi kompetitif di pasar. Manajemen berkomitmen memperluas skala operasional melalui penambahan aset transportasi laut ini.
"Memasuki tahun 2026, Perseroan berkomitmen melanjutkan ekspansi armada sebagai bagian dari strategi skalabilitas operasional. Fokus utama kami adalah meningkatkan kapasitas layanan sekaligus menjaga efisiensi dan daya saing perusahaan," lanjut Ganny.
Selain memperkuat armada kontainer, perusahaan juga mengagendakan operasional pabrik LNG yang diproyeksikan mulai berjalan pada semester II 2026. Strategi pertumbuhan lain diwujudkan melalui perluasan layanan logistik yang terintegrasi di berbagai wilayah.
Perusahaan turut melanjutkan kerja sama skema build operate transfer dengan PT Pelindo Terminal Petikemas untuk memperpanjang dermaga di Tanjung Priok dari 340 meter menjadi 485 meter. Langkah optimalisasi juga mencakup pembukaan rute pelayaran baru dan peningkatan load factor armada.
Penerapan strategi efisiensi biaya operasional dalam beberapa tahun terakhir diharapkan membuahkan hasil melalui penggunaan armada yang lebih hemat energi. Pada tahun buku 2025, TMAS mencatatkan pendapatan jasa Rp4,34 triliun yang ditopang segmen domestik sebesar Rp4,13 triliun, sementara total aset melonjak 19,9 persen menjadi Rp5,29 triliun.