Tertawa Turunkan Hormon Stres dan Optimalkan Fungsi Otak

Tertawa Turunkan Hormon Stres dan Optimalkan Fungsi Otak

Aktivitas tertawa secara medis terbukti mampu menurunkan kadar hormon stres kortisol yang sering memicu kecemasan dan kelelahan mental. Temuan ini dilaporkan oleh Stanford Lifestyle Medicine pada Jumat (8/5/2026) sebagai bagian dari upaya menjaga fungsi otak dan kesehatan emosional dalam kehidupan sehari-hari.

Dilansir dari Lifestyle, penurunan kadar stres melalui tawa berdampak langsung pada optimalisasi kerja otak, terutama pada bagian hippocampus. Area ini memiliki peran krusial dalam proses belajar dan penyimpanan memori yang sering terganggu akibat tekanan berkepanjangan.

Psikogreaogafer dari Stanford, Dr. Gigi Otalvaro, PhD, menjelaskan bahwa tawa memberikan asupan oksigen yang dibutuhkan oleh sistem saraf pusat manusia untuk bekerja lebih produktif.

"Tertawa membawa oksigen ke otak dan mengaktifkan pelepasan hormon anti-stres yang memungkinkan Anda berfungsi lebih efisien dan gembira," kata Dr. Gigi Otalvaro, PhD.

Selain menurunkan kortisol, tawa memicu produksi hormon dopamin dan serotonin yang menciptakan rasa tenang sekaligus membantu seseorang berpikir jernih. Data dari Mayo Clinic juga menunjukkan bahwa tawa merangsang jantung, paru-paru, serta membantu relaksasi otot tubuh secara fisik.

Intervensi kesehatan melalui humor dilaporkan mampu memperbaiki suasana hati secara signifikan pada individu yang mengalami kelelahan mental atau depresi ringan.

"Tertawa membawa oksigen ke otak dan mengaktifkan pelepasan hormon anti-stres yang memungkinkan Anda berfungsi lebih efisien dan gembira," kata Dr. Gigi Otalvaro, PhD.

Hubungan sosial juga dapat diperkuat melalui tawa karena adanya sel saraf mirror neurons yang membuat emosi positif menjadi menular di lingkungan sekitar. Dr. Otalvaro mencatat bahwa manusia secara alami merasa lebih terikat dengan orang yang mampu menghadirkan humor dalam interaksi mereka.

Saat ini mulai berkembang latihan tawa atau laughter exercise yang tidak memerlukan stimulus lucu untuk mendapatkan efek relaksasi. Meski bukan pengganti pengobatan medis serius, kebiasaan tertawa kecil bersama orang terdekat menjadi salah satu cara menjaga kestabilan pikiran di tengah tekanan hidup modern.

Artikel terkait

Rekomendasi