Tiga Orang Tewas Akibat Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar MV Hondius

Tiga Orang Tewas Akibat Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar MV Hondius

Tiga orang meninggal dunia dan lima lainnya diduga terinfeksi hantavirus galur Andes di atas kapal pesiar MV Hondius saat berlayar di Samudra Atlantik menuju Tanjung Verde pada Mei 2026. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengonfirmasi keberadaan virus tersebut setelah melakukan evakuasi medis terhadap sejumlah penumpang yang jatuh sakit sejak keberangkatan dari Argentina.

Kematian pertama dilaporkan menimpa seorang pria asal Belanda pada 11 April, disusul istrinya yang meninggal di Johannesburg setelah dievakuasi dari St Helena. Korban jiwa ketiga merupakan warga negara Jerman yang mengembuskan napas terakhir pada 2 Mei, sementara satu warga Inggris dilaporkan dalam kondisi kritis namun stabil di Afrika Selatan.

Vlogger perjalanan asal Amerika Serikat, Jake Rosmarin, menggambarkan ketidakpastian yang dialami para penumpang saat kapal terdampar di dekat Tanjung Verde.

"Kami bukan sekadar cerita. Kami bukan hanya judul berita, kami adalah manusia dengan keluarga, dengan kehidupan, dengan orang-orang yang menunggu kami di rumah," kata Jake Rosmarin sambil menangis.

Rosmarin menjelaskan bahwa situasi di atas kapal sangat sulit karena kurangnya kejelasan mengenai waktu kepulangan mereka.

"Ada banyak ketidakpastian dan itu adalah bagian tersulit. Yang kami inginkan sekarang hanyalah merasa aman, mendapatkan kejelasan, dan pulang," kata Rosmarin kepada para pengikutnya di TikTok.

Setelah sempat mengungkapkan kekhawatirannya, Rosmarin kemudian mengunggah pesan yang lebih tenang mengenai kondisinya di tengah isolasi kapal.

"Saya merasa sehat, menghirup udara segar dan terus diberi makan dengan baik serta dirawat oleh kru... hanya mencoba fokus pada hal-hal positif," tambah Rosmarin.

Di sisi lain, penumpang lain bernama Kasem Hato menilai reaksi yang muncul di media sosial cenderung berlebihan.

"seluruh situasi ini telah dibesar-besarkan," kata Kasem Hato.

Hato menganggap kegaduhan ini dipicu oleh kepanikan satu orang yang videonya menjadi viral di platform digital.

"Reaksinya dapat dimengerti, tapi itu tidak mewakili situasi di atas kapal. Semua orang lainnya (148 dari 149) tetap tenang, situasinya terkendali dan kami hanya mendoakan yang sakit agar lekas pulih," tulis Hato.

Operator kapal, Oceanwide Expeditions, menyatakan komitmennya untuk segera menyelesaikan proses pemeriksaan medis agar penumpang dapat turun dari kapal.

"Oceanwide Expeditions bekerja untuk memberikan kejelasan dan kepastian kepada para tamu serta mempercepat proses turun dari kapal dan pemeriksaan medis," kata perusahaan itu dalam sebuah pernyataan.

Pemerintah Spanyol sempat mengizinkan kapal berbendera Belanda tersebut berlabuh di Kepulauan Canary untuk pemulangan penumpang. Namun, rencana ini mendapat penolakan keras dari pemimpin Kepulauan Canary, Fernando Clavijo, demi menjaga keamanan wilayahnya dari potensi penularan virus.

Artikel terkait

Rekomendasi