Tiga Penumpang Kapal Pesiar Meninggal Akibat Wabah Hantavirus

Tiga Penumpang Kapal Pesiar Meninggal Akibat Wabah Hantavirus

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengonfirmasi dugaan kematian tiga penumpang kapal pesiar mewah MV Hondius akibat wabah hantavirus pada Minggu (3/5/2026). Kapal yang tengah berlayar di Samudra Atlantik tersebut kini tertahan di lepas pantai Praia, Tanjung Verde, setelah beberapa penumpang dilaporkan sakit parah.

Kematian korban yang terdiri dari pasangan suami istri asal Belanda dan satu warga negara Jerman tersebut memicu investigasi mendalam, sebagaimana dilansir dari Detik Travel. Selain korban jiwa, seorang warga negara Inggris berusia 69 tahun saat ini berada dalam kondisi kritis di ruang perawatan intensif sebuah rumah sakit di Afrika Selatan.

Pemerintah setempat mengambil langkah tegas untuk mencegah penyebaran virus ke daratan. Otoritas kesehatan Tanjung Verde melarang 149 orang yang berada di atas kapal untuk turun demi melindungi keselamatan penduduk lokal dari risiko penularan.

"Kita akan menunggu perkembangan selanjutnya. Kapal akan melanjutkan perjalanannya, dan penumpang tidak akan turun di sini di negara ini untuk melindungi penduduk," kata Maria da Luz Lima, Presiden Institut Kesehatan Masyarakat Nasional Tanjung Verde (INSP).

WHO kini tengah menyelidiki lima kasus dugaan lainnya yang memiliki keterkaitan dengan klaster di kapal tersebut. Berdasarkan penelusuran MarineTraffic, kapal berbendera Belanda ini sempat singgah di Antartika dan wilayah seberang laut Inggris, Saint Helena, sebelum laporan infeksi muncul.

Kecurigaan mengenai sumber penularan di lingkungan kapal pesiar menjadi sorotan para ahli medis. Pakar kesehatan menduga adanya kontaminasi kotoran hewan pengerat atau potensi varian virus tertentu yang dapat menular antarmanusia.

"Jika bukti menunjukkan penularan antarmanusia, hal itu akan mengubah masa depan kedokteran perjalanan dan penyakit menular, serta kedokteran tropis," kata Scott Miscovich, CEO Premier Medical Group.

Hantavirus dikenal sebagai kelompok virus mematikan yang umumnya menyebar melalui feses, urin, atau air liur tikus. Infeksi pada manusia dapat memicu sindrom paru hantavirus yang menyebabkan gagal napas akut dengan tingkat kematian mencapai 38 persen.

Artikel terkait

Rekomendasi