Tiga Penumpang Kapal Pesiar MV Hondius Meninggal Akibat Hantavirus

Tiga Penumpang Kapal Pesiar MV Hondius Meninggal Akibat Hantavirus

Tiga penumpang kapal pesiar MV Hondius meninggal dunia akibat infeksi hantavirus setelah kapal tersebut melakukan perjalanan dari Argentina selama satu bulan terakhir. Otoritas kesehatan internasional kini melakukan operasi besar untuk melacak kontak di berbagai negara guna menekan risiko penularan virus yang menyerang sistem pernapasan tersebut.

Hingga Kamis, 7 Mei 2026, tercatat delapan kasus yang terdiri dari tiga kasus konfirmasi dan lima kasus suspek telah diidentifikasi pada orang-orang di dalam kapal. Selain korban jiwa, empat penumpang lainnya telah dievakuasi secara medis dari kapal untuk mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memberikan perhatian serius terhadap situasi ini, meskipun risiko bagi masyarakat umum dinilai tetap rendah. Dr Maria Van Kerkhove dari WHO memberikan klarifikasi mengenai karakteristik penyebaran virus ini dalam pembaruan informasi pada Kamis.

"This is not Covid, this is not influenza, it spreads very, very differently," tegas Maria Van Kerkhove, perwakilan World Health Organization (WHO).

Pihak WHO menjelaskan bahwa galur Andes dari hantavirus tidak terlalu menular jika dibandingkan dengan penyakit seperti campak. Meskipun penularan antarmanusia memungkinkan melalui kontak fisik yang sangat dekat, risiko infeksi secara global saat ini masih berada pada tingkat rendah.

Pakar kesehatan menduga penularan di atas MV Hondius dipicu oleh kondisi lingkungan kapal yang terbatas, di mana penumpang berbagi kabin dan ruang makan. Kasus kematian melibatkan seorang perempuan asal Belanda yang turun di Pulau St Helena pada 24 April, setelah suaminya meninggal di atas kapal pada 11 April.

Badan Keamanan Kesehatan Inggris (UKHSA) juga terlibat aktif dalam melacak warga negara Inggris yang berada dalam manifes penumpang. Prof Robin May dari UKHSA menjelaskan besarnya skala operasi pelacakan kontak yang sedang berlangsung saat ini.

"quite a mammoth effort" dan merupakan upaya yang "we will continue to do... for some time," ujar Robin May, Chief Scientific Officer UK Health Security Agency (UKHSA).

Prof May menambahkan bahwa bagi publik luas yang tidak terlibat langsung dengan pelayaran kapal pesiar ini, tingkat bahaya yang ada sangatlah kecil. Pelacakan difokuskan pada mereka yang terpapar di kapal, rumah sakit, atau selama penerbangan pulang.

"the risk here is really negligible," tambah Robin May, Chief Scientific Officer UK Health Security Agency (UKHSA).

Seluruh penumpang asal Inggris yang kembali dari kapal pesiar tersebut diminta untuk melakukan isolasi mandiri selama 45 hari sebagai langkah pencegahan. Dr Meera Chand dari UKHSA kembali menekankan bahwa upaya ini dilakukan demi membatasi risiko transmisi lebih lanjut.

"It's important to reassure people that the risk to the general public remains very low," kata Meera Chand, Deputy Director for Epidemic and Emerging Infections UKHSA.

Pihak berwenang memastikan bahwa prosedur pelacakan kontak dilakukan secara menyeluruh terhadap siapapun yang pernah berinteraksi dengan kasus hantavirus ini. Dr Meera Chand menegaskan komitmen timnya dalam menangani situasi darurat ini.

"We are contact tracing anyone who may have been in contact with the ship or the hantavirus cases to limit the risk of onward transmission," jelas Meera Chand, Deputy Director for Epidemic and Emerging Infections UKHSA.

Saat ini, MV Hondius sedang berlayar menuju Kepulauan Canary, Spanyol, setelah bersandar selama tiga hari di dekat Cape Verde. Seluruh penumpang dan kru yang tersisa di atas kapal dilaporkan tidak menunjukkan gejala dan kapal telah menjalani proses pembersihan menyeluruh oleh tenaga profesional.

Artikel terkait

Rekomendasi