TikTok Shop by Tokopedia resmi menyiapkan 35 brand lokal pilihan untuk menembus pasar Asia Tenggara melalui Program Persiapan Ekspor pada Senin (11/5/2026). Dilansir dari Suara, inisiatif ini bertujuan memperluas jangkauan pelaku usaha domestik melalui skema pelatihan strategis dan pemasaran digital yang intensif.
Program tersebut merupakan kelanjutan dari kampanye #LokalMendunia yang telah berjalan sejak Desember 2025. Dari total 50 merek yang berpartisipasi dalam tahap awal, terdapat 35 jenama yang dinilai memenuhi kriteria untuk mulai berekspansi ke pasar internasional melalui empat fase pengembangan sistematis.
Senior Director of Tokopedia and TikTok Shop Indonesia, Vonny Ernita Susamto memaparkan bahwa para peserta mendapatkan panduan komprehensif terkait strategi Live commerce dan pemanfaatan discovery commerce. Pendekatan ini dirancang agar produk Indonesia dapat menjangkau audiens baru secara efektif di berbagai negara tetangga.
"Kami percaya produk lokal Indonesia tidak hanya mampu bersaing, tetapi juga dapat menjadi pilihan utama konsumen global. Banyak merek lokal telah kuat di pasar domestik dan memiliki potensi besar untuk menjangkau pasar global secara lebih luas," kata Vonny.
Data awal menunjukkan enam dari delapan merek pada batch tertentu mencatatkan kenaikan nilai transaksi bruto (GMV). Beberapa pelaku usaha bahkan melaporkan lonjakan penjualan hingga tiga digit dan peningkatan aktivitas siaran langsung mencapai 50 kali lipat dari angka sebelumnya.
"Melalui #LokalMendunia, kami membantu brand berekspansi ke Asia Tenggara secara lebih terstruktur, didukung ekosistem, data, kolaborasi lintas negara, serta kekuatan discovery commerce yang memungkinkan produk ditemukan secara lebih relevan oleh konsumen di berbagai pasar," lanjut Vonny.
Pemerintah memberikan apresiasi terhadap langkah platform digital ini dalam memperkuat akses pasar luar negeri bagi produsen dalam negeri. Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan, Fajarini Puntodewi menekankan pentingnya sinergi untuk meningkatkan daya saing komoditas nonmigas.
"Inisiatif kolaboratif seperti ini penting untuk memperkuat daya saing ekspor nonmigas Indonesia sekaligus membuka peluang lebih luas bagi UMKM menembus rantai perdagangan dunia," ujar Puntodewi.
Keberhasilan program ini juga terlihat dari pertumbuhan jumlah penonton siaran langsung sebesar 20 hingga 90 persen. Capaian tersebut diraih dalam durasi kampanye singkat selama 12 hari yang membuktikan efektivitas metode penemuan produk dalam mendorong konversi penjualan global.