Dokter Imbau Jemaah Haji Konsumsi Vitamin D Saat Makan Besar

Dokter Imbau Jemaah Haji Konsumsi Vitamin D Saat Makan Besar

Jemaah haji di Tanah Suci diimbau untuk memperhatikan cara konsumsi suplemen vitamin D guna menjaga imunitas dan kekuatan fisik di tengah suhu panas pada Sabtu (16/5/2026). Penggunaan alat pelindung diri yang rutin dipakai jemaah justru menghambat produksi vitamin D alami dalam tubuh.

Petugas kesehatan dari Sektor 1 Daerah Kerja (Daker) Bandara, dr Muhammad Fathi Banna Al Faruqi, memberikan peringatan mengenai risiko kekurangan nutrisi ini. Sebagaimana dilansir dari Cahaya, vitamin tersebut berperan krusial sebagai pengatur sistem imun serta pencegah infeksi pernapasan saat berada di kerumunan massal.

"Penggunaan payung, tabir surya, dan pakaian tertutup adalah keharusan untuk menghindari heat stroke, namun hal ini menghalangi kulit memproduksi vitamin D secara mandiri. Padahal, vitamin D adalah "dirigen" bagi sistem imun dan kekuatan fisik," ujar dr Muhammad Fathi Banna Al Faruqi, Dokter dari Sektor 1 Daker Bandara.

Kekuatan fisik jemaah untuk melakukan ibadah seperti thawaf dan sa'i sangat bergantung pada penyerapan kalsium yang maksimal. Tanpa vitamin D yang cukup, jemaah rentan mengalami gangguan pada tulang dan rasa nyeri saat harus menempuh perjalanan jauh.

"Vitamin D membantu penyerapan kalsium agar tulang tidak mudah linu, nyeri, atau rapuh saat harus berjalan jauh untuk thawaf, sa'i dan perpindahan lainnya," jelas dr Muhammad Fathi Banna Al Faruqi.

Dokter Fathi juga menekankan pentingnya waktu dan metode mengonsumsi suplemen agar zat tersebut terserap sempurna oleh tubuh. Mengingat karakteristiknya yang larut dalam lemak, jemaah dilarang meminum suplemen ini dalam kondisi perut kosong karena akan terbuang sia-sia.

"Jika diminum dengan air putih dan perut kosong, maka vitamin D hanya akan 'bablas ke pembuangan'," terangnya.

Selain faktor penyerapan, waktu konsumsi juga memengaruhi kualitas istirahat jemaah selama di Arab Saudi. Penggunaan suplemen pada malam hari harus dihindari karena berisiko mengganggu kerja hormon melatonin yang mengatur siklus tidur.

Pihak medis menyarankan dosis harian sebesar 600 hingga 1.000 IU untuk pemeliharaan rutin bagi para jemaah. Selain melalui suplemen, pemenuhan kebutuhan nutrisi dapat dilakukan dengan terpapar sinar matahari pagi selama 10 menit antara pukul 07.00 hingga 09.00 serta mengonsumsi sumber alami seperti ikan, telur, dan daging yang tersedia dalam menu katering.

Artikel terkait

Rekomendasi