PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) mempercepat langkah restrukturisasi grup dengan mendorong dua anak usahanya, PT Inti Bangun Sejahtera Tbk (IBST) dan PT Solusi Tunas Pratama Tbk (SUPR), untuk melakukan delisting serta menjadi perusahaan tertutup (go private) pada Mei 2026.
Langkah korporasi ini dinilai tidak memberikan dampak signifikan terhadap struktur kepemilikan saham induk usaha. Informasi mengenai kepemilikan saham tersebut dikonfirmasi langsung oleh manajemen perusahaan, sebagaimana dilansir dari Investasi pada Jumat (29/5/2026).
“Tidak terdampak karena saat ini TOWR sudah memiliki 99,95% saham IBST dan 99,92% saham SUPR,” ujar Harry kepada Kontan, Jumat (29/5/2026).
Proses restrukturisasi ini berjalan dengan linimasa yang berbeda bagi kedua anak usaha. SUPR telah mengantongi persetujuan lewat Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada 20 Mei 2026, sedangkan IBST baru akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) untuk agenda serupa pada 5 Juni 2026.
Meskipun efek dari restrukturisasi ini dinilai terbatas, kinerja bisnis TOWR sepanjang tahun 2026 diproyeksikan tetap positif. Sektor telekomunikasi yang mulai membaik diperkirakan akan menjadi pendorong utama, didukung rencana penambahan sekitar 500 menara baru pada periode 2026 hingga 2027 dengan rasio tenancy 1,6 kali.
Peningkatan pendapatan rata-rata per pengguna (ARPU) dari para operator telekomunikasi juga diprediksi akan memperkuat profitabilitas mereka. Peningkatan laba ini kemudian bakal memperbesar kapasitas operator dalam mengalokasikan belanja modal untuk memperluas jangkauan jaringan.
"Perbaikan ARPU pada sektor telekomunikasi akan meningkatkan bottom line mereka untuk alokasi capex penambahan penetration area yang lebih besar," jelas Harry.
Ekspansi investasi jaringan oleh operator telekomunikasi otomatis menjadi katalis positif bagi industri menara seperti TOWR karena naiknya kebutuhan infrastruktur pendukung. Kendati demikian, tantangan makroekonomi seperti daya beli masyarakat yang lemah dan risiko inflasi tinggi tetap perlu diwaspadai karena berpotensi menahan agresivitas ekspansi operator.
Melihat dinamika tersebut, rekomendasi positif tetap diberikan untuk saham TOWR. Investor disarankan untuk melakukan aksi beli dengan target harga yang ditetapkan sebesar Rp 1.050 per lembar saham.