PT Asuransi Sinar Mas (ASM) melaporkan tren klaim asuransi kesehatan yang masih didominasi oleh penyakit berat dan kondisi medis berbiaya tinggi pada Kamis (7/5/2026). Fenomena ini terjadi di tengah upaya perusahaan dalam mengendalikan rasio klaim melalui penguatan sistem underwriting dan digitalisasi layanan medis.
Direktur Asuransi Sinar Mas, Dumasi M. M. Samosir, memberikan rincian mengenai jenis gangguan kesehatan yang paling banyak diajukan oleh para pemegang polis belakangan ini. Berdasarkan data perusahaan yang dilansir dari Finansial, kategori penyakit katastropik tetap menjadi kontributor utama klaim kesehatan.
“Kemudian, penyakit degeneratif seperti diabetes dan hipertensi, hingga kasus rawat inap dengan tindakan medis berbiaya tinggi,” ujarnya Dumasi M. M. Samosir, Direktur Asuransi Sinar Mas.
Meskipun secara akumulatif nilai klaim menunjukkan penurunan dibandingkan tahun lalu, Dumasi menggarisbawahi adanya kenaikan biaya beban per peserta (burning cost). Kenaikan ini terpantau signifikan pada kuartal pertama tahun 2026 jika disandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
“Hal ini menunjukkan bahwa secara underlying, tekanan biaya kesehatan masih cukup tinggi, terutama didorong oleh inflasi medis dan peningkatan biaya tindakan,” jelas Dumasi M. M. Samosir, Direktur Asuransi Sinar Mas.
Sektor korporasi melalui program tunjangan karyawan serta masyarakat kelas menengah tetap menjadi motor penggerak utama pertumbuhan pasar asuransi kesehatan. Namun, perusahaan asuransi kini menghadapi tantangan terkait kenaikan harga obat-obatan dan biaya perawatan di berbagai fasilitas kesehatan.
“Adapun, premi asuransi kesehatan masih menunjukkan pertumbuhan. Namun, biaya pengobatan di fasilitas kesehatan juga mengalami peningkatan akibat kenaikan harga obat dan perawatan,” tuturnya Dumasi M. M. Samosir, Direktur Asuransi Sinar Mas.
Guna menjaga rasio klaim tetap stabil, manajemen menerapkan lima strategi integrasi yang meliputi seleksi risiko yang disiplin hingga penggunaan sistem digital untuk mendeteksi potensi kecurangan. Salah satu langkah teknis yang diambil adalah pembentukan dewan penasihat medis untuk mendukung akurasi keputusan klaim.
“Ketiga, penguatan kapabilitas medis. Termasuk pembentukan Medical Advisory Board dan optimalisasi peran tim medis internal untuk mendukung pengambilan keputusan klaim lebih akurat,” ucap Dumasi M. M. Samosir, Direktur Asuransi Sinar Mas.
Perusahaan juga aktif melakukan kolaborasi dengan regulator dan rumah sakit guna memastikan setiap tindakan medis bersifat wajar secara biaya. Edukasi rutin melalui Health Talk telah menjadi agenda tetap perusahaan selama lebih dari satu dekade untuk meningkatkan kesadaran nasabah.
“Dengan pendekatan tersebut, perusahaan berupaya menjaga keseimbangan antara pelayanan yang optimal bagi peserta dan keberlanjutan kinerja keuangan perusahaan. Kami juga konsisten melaksanakan Health Talk kepada nasabah ASM sejak tahun 2010 hingga saat ini setiap 2 minggu,” pungkas Dumasi M. M. Samosir, Direktur Asuransi Sinar Mas.
Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan rasio klaim asuransi kesehatan per Januari 2026 berada pada level 40,85% untuk asuransi jiwa. Sementara itu, rasio klaim untuk asuransi umum tercatat berada pada angka 17,75%.