Tren meminum campuran minyak zaitun dan lemon atau dikenal sebagai olive oil lemon shot tengah ramai di media sosial. Banyak pengguna mengklaim metode ini ampuh menjaga kesehatan, menekan nafsu makan, hingga menyukseskan program diet.
Seperti diberitakan oleh Lifestyle, pakar kesehatan mengingatkan bahwa kebiasaan viral tersebut tidak selalu aman bagi setiap orang. Mengonsumsi minyak zaitun secara langsung saat perut masih kosong berisiko memicu masalah pencernaan.
Dokter spesialis gizi klinik RS Ciputra Citra Garden, dr. Jovita Amelia, Sp.GK menjelaskan bahwa minyak zaitun sebenarnya menyimpan kandungan lemak sehat yang baik untuk tubuh.
“Minyak zaitun mengandung lemak tak jenuh tunggal yang lebih sehat dibandingkan lemak jenuh,” ujar dr. Jovita saat diwawancarai Kompas.com pada Kamis (9/4/2026).
Meski kaya akan komponen baik, dr. Jovita mengingatkan agar masyarakat tidak mengonsumsinya secara berlebihan. Hal ini disebabkan oleh kadar kalori yang cukup tinggi di dalam minyak zaitun.
Popularitas olive oil shot meroket di media sosial karena diklaim mampu memberikan rasa kenyang lebih lama dan mendongkrak energi. Beberapa pengguna TikTok bahkan memanfaatkannya agar bisa mengurangi keinginan ngemil sehari-hari.
Secara teknis, minyak zaitun ditelan langsung menggunakan sendok, lalu dicampur dengan perasan lemon atau air untuk menyamarkan rasanya.
Meskipun demikian, seorang dokter keluarga asal North Carolina bernama Will Haas menilai fenomena ini lebih didominasi oleh pengaruh media sosial daripada bukti klinis yang kuat.
“Minyak zaitun memang baik untuk kesehatan, tetapi manfaat terbaiknya didapat saat dikonsumsi sebagai bagian dari pola makan seimbang,” kata Haas.
Mengonsumsi minyak zaitun secara langsung dapat memicu mual hingga peningkatan frekuensi buang air besar. Efek samping pencernaan ini rentan terjadi jika cairan tersebut masuk ke lambung yang masih kosong.
Will Haas juga menambahkan bahwa kebiasaan meminum minyak zaitun dalam bentuk shot bisa menambah asupan kalori harian dalam jumlah besar tanpa disadari pembaca.
Dalam satu sendok makan minyak zaitun, terkandung energi mencapai lebih dari 100 kalori.
Oleh karena itu, rutinitas ini justru berpotensi menaikkan berat badan jika tidak diimbangi dengan kontrol pola makan yang menyeluruh secara konsisten.
Klaim Detoksifikasi Belum Terbukti Secara Medis
Hingga saat ini, belum ada penelitian ilmiah yang valid untuk membuktikan bahwa kombinasi minyak zaitun dan lemon mampu membersihkan racun dari dalam tubuh.
Tubuh manusia pada dasarnya sudah dilengkapi dengan sistem organ alami yang bekerja optimal untuk membuang zat sisa dan racun setiap hari.
Walaupun kedua bahan tersebut kaya akan antioksidan, khasiatnya tidak akan otomatis berlipat ganda saat dicampur dan diminum sekaligus sebagai ramuan shot.
Edukasi Ahli Gizi Terkait Diet Instan
Masyarakat diimbau untuk lebih kritis dalam menyikapi berbagai tren kesehatan yang mendadak viral di platform digital.
Ahli gizi masyarakat, Dr. dr. Tan Shot Yen, M.Hum menegaskan bahwa tidak ada satu pun jenis minuman ajaib yang bisa menurunkan berat badan secara instan tanpa adanya perubahan gaya hidup secara total.
“Tidak ada bahan tunggal yang otomatis membuat berat badan turun kalau pola makan dan gaya hidupnya tidak diperbaiki,” ujar dr. Tan saat diwawancarai Kompas.com pada Rabu (8/4/2026).
Faktor penentu utama dalam menjaga stabilitas berat badan dan kesehatan jangka panjang tetap bertumpu pada pola makan seimbang dan aktivitas fisik.
Para ahli medis lebih merekomendasikan penggunaan minyak zaitun sebagai pelengkap menu makanan harian, seperti untuk dressing salad atau memasak, daripada meminumnya secara langsung.