Tren Parfum Timur Tengah Dorong Pertumbuhan Industri Wewangian Nasional

Tren Parfum Timur Tengah Dorong Pertumbuhan Industri Wewangian Nasional

Masyarakat Indonesia saat ini semakin meminati wewangian berkarakter khas Timur Tengah yang memiliki aroma hangat dan daya tahan lama. Fenomena ini disampaikan dalam ajang Indonesia Cosmetic Ingredients (ICI) 2026 di Jakarta oleh para pelaku industri wewangian nasional sebagaimana dilansir dari Lifestyle.

Komisaris PT Alfa Indo Global, Ali Akbar, mengamati adanya peningkatan minat konsumen terhadap parfum bernuansa manis dengan kombinasi aroma vanila serta woody. Karakteristik tersebut identik dengan produk asal negara-negara Arab yang kini mulai mendominasi pasar lokal.

“Sekarang lagi tren aroma Timur Tengah seperti Gissah, Rasasi, dan Lattafa. Aromanya lebih sweet dengan sentuhan vanilla dan woody,” ujarnya Ali Akbar, Komisaris PT Alfa Indo Global.

Peningkatan tren ini dipicu oleh kebiasaan jemaah umrah atau wisatawan yang membawa parfum sebagai oleh-oleh dari Dubai dan wilayah Timur Tengah lainnya. Kondisi tersebut dinilai Ali Akbar membuka peluang pertumbuhan bagi merek lokal hingga penyedia bahan baku parfum di dalam negeri.

Direktur Utama PT Alfa Indo Global, Fahmi, mengonfirmasi bahwa bisnis wewangian di tanah air menunjukkan potensi pasar yang sangat luas. Hal ini tercermin dari lonjakan volume distribusi bibit parfum perusahaan yang meningkat signifikan.

“Alhamdulillah kuantitas terus naik dan permintaan semakin bertambah. Target kami bisa mendistribusikan lebih dari 10 ton per bulan,” ujarnya Fahmi, Direktur Utama PT Alfa Indo Global.

Data operasional menunjukkan distribusi bibit parfum Alfa Indo Global dari Parfum Plus France naik dari 2 ton menjadi 4 ton per bulan. Menurut Fahmi, kebutuhan akan bibit berkualitas terus tumbuh karena banyak merek lokal kini berusaha menciptakan identitas aroma yang unik dan kompetitif.

Perubahan perilaku masyarakat yang menjadikan wewangian sebagai penunjang kepercayaan diri dan bagian dari gaya hidup harian menjadi faktor utama pertumbuhan industri ini. Produsen kini juga lebih fleksibel dalam merumuskan formulasi parfum guna menciptakan karakter produk yang tidak sekadar meniru parfum asli.

Artikel terkait

Rekomendasi