Tujuh Penumpang Kapal Pesiar MV Hondius Terjangkit Virus Hanta

Tujuh Penumpang Kapal Pesiar MV Hondius Terjangkit Virus Hanta

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan penularan virus Hanta atau Hantavirus menyerang 149 orang di kapal pesiar mewah MV Hondius yang saat ini tertahan di lepas pantai Tanjung Verde. Hingga 4 Mei 2026, tercatat tujuh kasus teridentifikasi yang terdiri dari dua kasus konfirmasi laboratorium dan lima kasus suspek.

Dilansir dari Detik Health, dampak dari penyebaran virus ini mengakibatkan tiga orang meninggal dunia, satu pasien dalam kondisi kritis, serta tiga orang lainnya mengalami gejala ringan. Ratusan penumpang saat ini menjalani prosedur isolasi di dalam kapal sembari menunggu proses evakuasi dilakukan oleh otoritas terkait.

Hantavirus merupakan infeksi serius yang dapat menular kepada manusia melalui kontak langsung dengan hewan pengerat seperti tikus dan mencit. Berdasarkan data Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), penularan umumnya terjadi saat manusia terpapar urine, kotoran, atau air liur hewan yang terinfeksi, serta melalui gigitan hewan pengerat.

Virus ini memicu dua jenis penyakit utama, yakni Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS) yang menyerang paru-paru dan Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS) yang menyerang fungsi ginjal. Gejala HPS biasanya muncul 1 hingga 8 minggu setelah kontak, dimulai dengan kelelahan, demam, dan nyeri otot pada bagian paha, pinggul, serta punggung.

Pasien yang terinfeksi HPS juga sering mengalami sakit kepala, mual, muntah, dan diare, yang diikuti gejala lanjutan berupa batuk serta sesak napas akibat penumpukan cairan di paru-paru. Sementara itu, penderita HFRS akan mengalami gejala seperti sakit kepala hebat, sakit punggung, penglihatan kabur, hingga risiko gagal ginjal akut.

Kementerian Kesehatan menekankan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan menggunakan alat pelindung diri (APD) saat membersihkan area yang dilalui tikus untuk mencegah infeksi. Hingga saat ini, belum ada pengobatan khusus untuk virus Hanta, sehingga pasien hanya diberikan perawatan pendukung seperti hidrasi, bantuan pernapasan, atau dialisis bagi penderita gangguan ginjal.

Artikel terkait

Rekomendasi