PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company Tbk (ULTJ) mengumumkan pembagian dividen tunai senilai Rp 1,35 triliun untuk periode tahun buku 2025, dengan batas akhir pembelian saham yang mengandung hak dividen atau cum dividen pasar reguler pada Kamis, 30 April 2026.
Keputusan korporasi ini berpotensi memberikan keuntungan investasi yang signifikan bagi para pemegang saham perusahaan produsen susu tersebut. Pemegang saham yang terdaftar akan menerima keuntungan dividen sebesar Rp 130 per saham atau setara dengan Rp 13.000 untuk setiap satu lot saham ULTJ yang dimiliki.
Realisasi alokasi dana keuntungan ini didasarkan pada perolehan performa keuangan perusahaan sepanjang tahun fiskal yang berakhir pada akhir Desember 2025. Dilansir dari Stocksetup, landasan utama pembagian ini mencakup raihan laba bersih yang diatribusikan kepada entitas induk sebesar Rp 1,35 triliun, saldo laba ditahan yang tidak dibatasi penggunaannya senilai Rp 7,53 triliun, serta total ekuitas perusahaan yang tercatat mencapai Rp 8,31 triliun.
Kebijakan strategis ini disampaikan secara resmi oleh manajemen emiten melalui laporan keterbukaan informasi publik kepada otoritas bursa efek. Langkah penentuan nominal dan mekanisme distribusi ini mengacu langsung pada hasil kesepakatan rapat internal pemegang saham yang telah diselenggarakan sebelumnya.
"Total nilai dividen yang sudah ditentukan ialah Rp 1.351.763.000.000 dan dividen per saham mencapai Rp 130," tulis Helina dalam keterbukaan informasi, Jumat (24/4/2026).
Pernyataan tertulis tersebut disampaikan oleh Corporate Secretary ULTJ Helina Widayani guna memberikan kepastian regulasi kepada publik. Pihak manajemen menegaskan bahwa rencana ini telah berjalan selaras dengan agenda keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) perusahaan yang diselenggarakan pada Rabu, 22 April 2026.
Indikator pasar modal menunjukkan respons positif terhadap pergerakan instrumen investasi ini menjelang tenggat waktu penutupan hak dividen. Saham ULTJ mengalami apresiasi harga sebesar 4,95 persen secara harian ke posisi Rp 1.695 per lembar pada penutupan perdagangan Rabu, 29 April 2026, yang mencerminkan pertumbuhan akumulatif sebesar 18,12 persen sejak awal tahun berjalan.
Rasio imbal hasil atau yield dividen yang ditawarkan saham ULTJ menyentuh angka 7,67 persen berdasarkan acuan harga penutupan tersebut. Persentase tingkat keuntungan ini diperkirakan setara dengan tiga kali lipat rata-rata bunga deposito rupiah perbankan saat ini yang berada di kisaran dua hingga tiga persen.
Rangkaian jadwal administratif kelanjutan dari aksi korporasi ini telah ditetapkan secara sistematis oleh manajemen perusahaan. Setelah melewati masa cum dividen, tahap ex dividen pasar reguler dan pasar negosiasi dijadwalkan berlangsung pada Senin, 4 Mei 2026.
Proses pencatatan administratif pemegang saham yang memiliki hak resmi atas pembayaran dividen tunai akan dilakukan pada Selasa, 5 Mei 2026. Seluruh akumulasi dana keuntungan tersebut dijadwalkan akan ditransfer langsung ke rekening investor yang berhak pada Jumat, 22 Mei 2026.