Gaya hidup modern yang serba cepat dan tingkat stres yang tinggi sering kali menjadi penghambat utama dalam menjaga berat badan ideal. Masalah ini semakin kompleks bagi perempuan setelah melahirkan karena adanya perubahan metabolisme dan fluktuasi hormonal yang signifikan.
Dilansir dari Detik Health, penyanyi Vicky Shu sempat mengalami tantangan berat badan setelah persalinan anak keduanya. Kondisi tersebut membuatnya menjadi sasaran perundungan fisik atau body shaming hingga mom shaming di media sosial oleh para warganet.
Menanggapi tekanan tersebut, Vicky memilih untuk fokus pada investasi kesehatan jangka panjang daripada sekadar mengejar penampilan. Ia membantah spekulasi publik mengenai operasi potong lambung dan menegaskan bahwa transformasinya dilakukan melalui jalur medis yang tepat.
"Aku memilih program Halofit karena aku ingin investasi jangka panjang untuk kesehatan fisik dan mentalku, bukan semata karena ingin menurunkan berat badan saja. Melalui program ini, aku mendapatkan pengawasan dari tim dokter selama 30 hari, diberikan meal plan yang sesuai dengan kebutuhan tubuhku, dan mendapat terapi GLP-1, jadi nafsu makan aku lebih terkontrol dan nggak lagi lapar mata. Apalagi Halofit ini bisa diakses secara online juga ya, jadi memudahkan aku yang sehari-hari sudah padat bekerja dan mengurus keluarga," ujar Vicky Shu dalam keterangan tertulis, Rabu (13/5/2026).
Bagi Vicky, perjalanan menurunkan berat badan bukan tentang memenuhi standar kecantikan orang lain. Ia menekankan bahwa tujuan utamanya adalah mencapai tubuh yang sehat yang pada akhirnya berdampak positif pada kesehatan mental.
"Perjalanan transformasi ini ngajarin aku bahwa kita nggak harus memenuhi standar kecantikan orang lain, karena tujuan sebenarnya bukan hanya menurunkan berat badan saja, tapi justru memiliki tubuh yang sehat, dan akhirnya pun dapat berdampak pada mental yang sehat," sambung Vicky Shu.
Data Cek Kesehatan Gratis (CKG) Kementerian Kesehatan hingga akhir 2025 menunjukkan bahwa satu dari tiga penduduk Indonesia mengalami obesitas sentral. Penumpukan lemak di perut ini meningkatkan risiko penyakit kronis yang mematikan seperti diabetes dan hipertensi.
Meskipun prevalensi obesitas tinggi, kesadaran untuk berkonsultasi dengan tenaga medis masih rendah. Studi ACTION APAC tahun 2022 mengungkap hanya 43% individu dengan obesitas di Indonesia yang mendiskusikan kondisi mereka dengan dokter dalam lima tahun terakhir.
VP Consultation & Diagnostics Halodoc, Ignasius Hasim, menjelaskan bahwa penanganan obesitas harus dilakukan secara berkelanjutan. Ia menyebutkan bahwa mayoritas pasien nutrisionis di Halodoc selama tahun 2024 mencari dukungan manajemen berat badan.
"Bagi Halodoc, mengatasi obesitas bukan sekadar menurunkan angka di timbangan, tetapi membantu masyarakat membangun kesadaran dan kebiasaan hidup sehat yang berkelanjutan. Data Halodoc tahun 2024 menunjukkan, sebelum Halofit diluncurkan, sekitar 75% pasien nutrisionis Halodoc telah mencari dukungan untuk manajemen berat badan, namun sebagian besar masih berfokus pada pengaturan pola makan dan edukasi gaya hidup. Maka dari itu, melalui Halofit kami menghadirkan pendekatan yang lebih menyeluruh dengan menggabungkan edukasi, pendampingan dokter dan ahli gizi, teknologi, serta terapi medis program weight management berbasis bukti ilmiah," terang Ignasius.
Pendekatan Medis dan Terapi GLP-1
Program Halofit menawarkan transformasi selama 30 hari yang diawasi oleh Board of Wellness, terdiri dari dokter spesialis endokrin dan gizi klinis. Peserta mendapatkan rencana makan yang dipersonalisasi serta pendampingan penuh secara daring melalui aplikasi.
Salah satu metode pendukung yang digunakan adalah terapi injeksi GLP-1 yang bekerja meniru hormon alami usus. Hormon ini berfungsi mengatur rasa kenyang dan mengontrol kadar gula darah untuk menekan asupan energi harian secara efektif.
Uji klinis menunjukkan bahwa terapi ini mampu membantu penurunan berat badan hingga 10 kg lebih banyak dibandingkan tanpa terapi. Namun, penggunaan GLP-1 wajib melalui asesmen medis ketat dan bukan merupakan solusi instan tanpa perubahan gaya hidup.
Informasi mendalam mengenai program weight management ini telah disediakan oleh Halodoc melalui platform digital mereka. Program ini diharapkan dapat menjadi langkah aman bagi masyarakat untuk menangani masalah berat badan di bawah pengawasan ahli medis profesional.