Vietnam Perketat Penindakan Pembajakan Daring Mulai Kamis

Vietnam Perketat Penindakan Pembajakan Daring Mulai Kamis

Pemerintah Vietnam resmi memperketat penindakan terhadap pembajakan daring dan peredaran barang palsu mulai Kamis (7/5/2026) guna menjaga akses pasar ekspor utama mereka. Kebijakan ini diambil setelah Amerika Serikat memberikan tekanan terkait pelanggaran hak kekayaan intelektual yang dinilai masih masif di negara tersebut.

Perdana Menteri Vietnam Le Minh Hung memberikan instruksi langsung untuk meningkatkan target deteksi pelanggaran hingga 20 persen, sebagaimana dilansir dari Money. Langkah tersebut menyasar sektor perangkat lunak, film, musik, acara televisi, gim daring, hingga pengawasan barang palsu di pasar domestik.

Kementerian Keuangan Vietnam juga mendapatkan mandat khusus untuk memperkuat pengawasan di wilayah perbatasan. Fokus utama ditujukan pada barang impor yang memiliki indikasi kuat sebagai produk tiruan demi memenuhi target efektivitas penegakan hukum.

"Memastikan bahwa jumlah kasus penangguhan prosedur bea cukai dan pemrosesan selanjutnya meningkat setidaknya 20% dibandingkan dengan Mei 2025." perintah pemerintah melalui portal resminya.

Tekanan dari Washington menjadi faktor krusial di balik kebijakan ini, menyusul laporan yang menempatkan Vietnam sebagai salah satu pelanggar hak kekayaan intelektual terburuk. Pemerintahan Presiden Donald Trump bahkan membuka peluang penyelidikan tarif baru pada akhir Mei mendatang jika tidak ada perbaikan signifikan.

Status Vietnam saat ini telah ditetapkan oleh United States Trade Representative (USTR) sebagai satu-satunya negara asing prioritas. Kategori tersebut merupakan level peringatan tertinggi bagi mitra dagang yang dianggap melakukan pelanggaran serius terhadap produk-produk asal Amerika Serikat.

"Status baru Vietnam sebagai negara asing prioritas untuk pelanggaran hak kekayaan intelektual tentu meningkatkan risiko pemerintah AS memberlakukan hambatan perdagangan yang lebih tinggi," kata analis BMI, Heng Jian Xin.

Data ekonomi tahun 2025 menunjukkan nilai ekspor Vietnam ke Amerika Serikat mencapai 153 miliar dollar AS atau setara Rp 2.662 triliun. Sebagian besar komoditas ekspor seperti elektronik dan pakaian sangat bergantung pada komponen impor dari Tiongkok yang mencapai nilai 186 miliar dollar AS.

Pemerintah Vietnam kini berupaya keras memenuhi target penindakan sebelum tenggat waktu akhir Mei untuk menghindari ancaman tarif yang lebih tinggi. Sebelumnya, tarif impor sempat melonjak hingga 46 persen pada 2025 sebelum berangsur turun ke angka 10 persen pada Februari tahun ini.

Artikel terkait

Rekomendasi